Hitungan singkat
•Sebelum salat: doa azan, doa masjid, tsana — Bagian 1.
•Di dalam salat: zikir rakaat, lalu A dan B sebelum salam. Setelah setiap fardu: butir 1–11, secara berurutan.
Teks Inggris cetakan, selalu ditampilkan:
Inside the prayer: rak‘ah dhikr, then A and B before the salām. After every farḍ: items 1–11, in order.
•Tasbih: 33 + 33 + 33, lalu tahlil no. 3 satu kali — 100.
•Tiga surah: masing-masing satu kali; masing-masing tiga kali setelah Subuh dan Magrib.
•Subuh & Magrib ditambah: tahlil dengan yuḥyī wa yumīt 10×, dan Allāhumma ajirnī minan-nār 7×.
•Subuh juga: doa memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, amal yang diterima.
•Isya: urutan standar, lalu Witir — kunut di dalamnya, Subḥānal-Malikil-Quddūs 3× sesudahnya — kemudian zikir sebelum tidur.
•Jumat: tidak ada bacaan tersendiri — urutan standar. Mandi, wewangian, datang lebih awal, diam selama khotbah, Surah al-Kahf, memperbanyak selawat, dan mencari saat dikabulkannya doa pada jam terakhir sebelum Magrib.
Tiga catatan tentang pengamalan
•Beliau ﷺ tetap menghadap kiblat setelah salam hanya selama waktu yang cukup untuk mengucapkan Allāhumma Antas-Salām…, lalu berbalik menghadap jamaah (Muslim).
•Mengeraskan suara ketika berzikir saat orang-orang selesai dari salat wajib sudah dikenal pada masa beliau (Bukhari, Muslim) — tetapi sebagai zikir masing-masing, bukan paduan suara yang dibaca serempak di belakang imam.
Teks Inggris cetakan, selalu ditampilkan:
Raising the voice in dhikr when people finished the obligatory prayer was known in his time (Bukhārī, Muslim) — but as individual dhikr, not a chorus recited in unison behind the imām.
•Butir-butir dihitung dengan jari-jari tangan kanan; beliau ﷺ memerintahkan hal ini dan bersabda bahwa jari-jari itu akan ditanya dan dibuat berbicara (Abu Dawud, at-Tirmidzi).
Ditambahkan pada versi sebelumnya
•Tahlil Ibnu az-Zubair (4) — Muslim, sahih. Diriwayatkan untuk setiap salat; salah satu riwayat terkuat tentang zikir setelah fardu, dan sama sekali tidak tercantum.
Teks Inggris cetakan, selalu ditampilkan:
Tahlīl of Ibn az-Zubayr (4) — Muslim, ṣaḥīḥ. Narrated for every prayer; one of the strongest post-farḍ reports, and missing entirely.
•Lima perlindungan Sa‘d (5) — Bukhari, sahih. Secara tegas dubur aṣ-ṣalawāt; Sa‘d mengajarkannya kepada anak-anaknya sebagai amalan tetap setelah salat.
•Empat perlindungan + doa Abu Bakar (A, B) — Muslim / Bukhari & Muslim, sahih. Diperintahkan sebelum salam; banyak yang keliru menempatkannya sesudahnya.
•Subḥānal-Malikil-Quddūs setelah Witir — an-Nasa’i & Abu Dawud, sahih. Witir hukumnya wajib menurut mazhab Hanafi; zikir penutupnya tidak tercantum.
Teks Inggris cetakan, selalu ditampilkan:
Subḥānal-Malikil-Quddūs after Witr — an-Nasā’ī & Abū Dāwūd, ṣaḥīḥ. Witr is wājib in the Ḥanafī school; its closing dhikr was absent.
Sengaja tidak ditambahkan. Tiga surah masing-masing tujuh kali setelah Jumat, tiga ayat terakhir al-Hasyr sebagai zikir setelah fardu, dan Surah al-Waqi‘ah untuk menolak kemiskinan beredar luas, tetapi riwayat-riwayatnya lemah atau merupakan amalan generasi belakangan, bukan Sunah yang tetap. Lembar ini hanya memuat apa yang memiliki sanad yang sahih.
Teks Inggris cetakan, selalu ditampilkan:
Deliberately not added. The three sūrahs seven times each after Jumu‘ah, the last three verses of al-Ḥashr as a post-farḍ dhikr, and Sūrah al-Wāqi‘ah against poverty circulate widely, but their narrations are weak or are practices of later generations rather than established Sunnah. This sheet holds only what carries an authentic chain.
Sumber Sahih al-Bukhari · Sahih Muslim · Sunan Abu Dawud · Sunan an-Nasa’i · Sunan Ibnu Majah · Jami‘ at-Tirmidzi · Musnad Ahmad. Derajat untuk kitab-kitab sunan mengikuti al-Albani kecuali bila disebutkan lain. Pastikan pelafalan bersama guru yang kompeten — transliterasi tidak dapat menyampaikan tajwid.
Teks Inggris cetakan, selalu ditampilkan:
Sources Ṣaḥīḥ al-Bukhārī · Ṣaḥīḥ Muslim · Sunan Abī Dāwūd · Sunan an-Nasā’ī · Sunan Ibn Mājah · Jāmi‘ at-Tirmidhī · Musnad Aḥmad. Gradings for the sunan works follow al-Albānī unless stated. Verify pronunciation with a qualified teacher — transliteration cannot convey tajwīd.