An-Nahl
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًا مِّنَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ شَيْـًٔا وَلَا يَسْتَطِيعُونَ 73 فَلَا تَضْرِبُوا۟ لِلَّهِ ٱلْأَمْثَالَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ 74
(73-74) Allah تعالى memberitahukan tentang kebodohan kaum musyrikin dan kezhaliman mereka, bahwa mereka itu menyembah sesembahan selain Allah, yang mereka daulat sebagai sekutu bagi Allah. Padahal, realitanya, sesembahan-sesembahan tersebut tidak dapat memberikan rizki kepada mereka sedikit pun dari langit dan bumi, tidak sanggup menurunkan hujan dan rizki, tidak menumbuh-kan tanaman apa pun dari tanah, tidak mempunyai (kekuasaan) seukuran biji dzarrah sekalipun di langit maupun di bumi, mereka itu tidak berdaya, sekiranya mau melakukannya. Sesungguhnya, orang yang bukan pemilik (dari) sesuatu, boleh jadi dia mempunyai kekuatan dan kekuasaan untuk menyalurkan manfaat bagi orang yang berhubungan dengan dirinya. Akan tetapi, sesembahan-sesem-bahan itu tidak mempunyai (kekuasaan) dan tidak berkuasa. Inilah karakter sesembahan mereka. Bagaimana bisa mereka menjadikan-nya (sekutu) bersama Allah dan menyerupakannya dengan Pemilik bumi dan langit, yang mana Dia memiliki seluruh kerajaan dan se-mua sanjungan dan segenap kekuatan? Untuk itu, Allah berfirman, ﴾ فَلَا تَضۡرِبُواْ لِلَّهِ ٱلۡأَمۡثَالَۚ ﴿ "Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah," yang memuat unsur mak-na penyerupaan antara Allah dengan makhlukNya." ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui," kewajiban kita, adalah tidak berkata atas namaNya tanpa ilmu, dan (kewajiban kita) adalah mendengarkan perumpamaan yang telah ditetapkan oleh Allah Yang Maha Mengetahui. Karena itu, Allah menetapkan dua permisalan bagiNya dan obyek yang disembah selainNya.