An-Nahl
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا عَبْدًا مَّمْلُوكًا لَّا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَىْءٍ وَمَن رَّزَقْنَـٰهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًا فَهُوَ يُنفِقُ مِنْهُ سِرًّا وَجَهْرًا ۖ هَلْ يَسْتَوُۥنَ ۚ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ 75
(75) Pertama, budak yang dimiliki (orang): Yaitu orang yang tidak merdeka, tidak memiliki dirinya sendiri dan juga tidak bisa memiliki hak kepemilikan harta maupun dunia sedikit pun. Kedua, orang yang merdeka lagi mempunyai kekayaan. Ia telah menerima rizki yang baik-baik dari Allah dari berbagai bentuk kekayaan. Orang ini, dermawan, suka berbuat baik, menyumbang secara sem-bunyi-sembunyi dan terang-terangan. Apakah dua orang ini sama? Tidak sama, padahal keduanya adalah makhluk yang tidak menu-tup kemungkinan terjadinya sifat persamaan antara keduanya. Apa-bila dua obyek ini saja tidak sama, lalu bagaimana bisa seorang makhluk yang dimiliki, yang tidak mempunyai kerajaan, kekuasa-an dan kemampuan, bahkan makhluk itu sangat membutuhkan (pertolongan pihak lain) dari segala aspek, disamakan dengan Rabb, Pencipta, Pemilik segenap kerajaan dan Mahakuasa atas segala sesuatu? Karena itu, Allah menyanjung DzatNya dan memegang sendiri keistimewaan pujian dengan segala jenisnya. Allah berfirman, ﴾ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِۚ ﴿ "Segala puji hanya bagi Allah," jadi, seolah-olah dikatakan, "Bila faktanya demikian, mengapa kaum musyrikin menyamakan sesembahan-sesembahan mereka dengan Allah?" Allah berfirman, ﴾ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui," seki-ranya mereka mengetahui dengan sebenarnya, niscaya mereka tidak akan berani berbuat kesyirikan yang besar.