Aller au contenu
Tafsir As-Saadi - Indonesian · At-Tawba
Sourate 9

At-Tawba

Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.

Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22

Verset 19

أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ ٱلْحَآجِّ وَعِمَارَةَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ كَمَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَجَـٰهَدَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُۥنَ عِندَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ 19

(19) Manakala terjadi perbedaan pandangan di antara se-bagian kaum Muslimin, atau di antara sebagian kaum Muslimin dengan sebagian kaum musyrikin tentang mana yang lebih utama antara memakmurkan Masjidil Haram dengan membangunnya, shalat dan ibadah di dalamnya serta memberi minum kepada ja-maah haji, dengan iman kepada Allah dan jihad di jalanNya, maka Allah تعالى memberitahukan adanya perbedaan di antara keduanya. Dia berfirman, ﴾ أَجَعَلۡتُمۡ سِقَايَةَ ٱلۡحَآجِّ ﴿ "Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji." Yakni memberi mereka minum dari air zam-zam, sebagaimana sudah diketahui bahwa jika nama ini disebut secara mutlak maka maksudnya adalah itu, ﴾ وَعِمَارَةَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ كَمَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَجَٰهَدَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۚ لَا يَسۡتَوُۥنَ عِندَ ٱللَّهِۗ ﴿ "dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah", jihad dan iman kepada Allah lebih utama dengan banyak derajat daripada memakmurkan Masjidil Haram dan memberi minum air zam-zam kepada jamaah, karena iman adalah dasar agama, dengannya amal ibadah diterima dan sifat-sifat menjadi suci bersih. Adapun jihad di jalan Allah, maka ia adalah puncak tertinggi agama Islam, yang dengannya agama Islam terjaga dan tersebar luas, dan dengannya kebenaran dimenangkan dan kebatilan dicampakkan. Adapun memakmurkan Masjidil Ha-ram dan memberi minum untuk jamaah, walaupun ia adalah amal shalih, akan tetapi ia bergantung kepada iman, dan tidak terdapat padanya kemaslahatan seperti yang ada pada iman dan jihad di jalanNya, oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ لَا يَسۡتَوُۥنَ عِندَ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Mereka tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zhalim." Yakni orang-orang yang sifat mereka adalah kezhaliman, yang tidak layak menerima sedikit pun kebaikan, justru tidak ada yang layak bagi mereka kecuali keburukan.