Aller au contenu
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Mutaffifin
Sourate 83

Al-Mutaffifin

Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.

Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22

Versets 22–28

إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيمٍ 22 عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ 23 تَعْرِفُ فِى وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ ٱلنَّعِيمِ 24 يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ 25 خِتَـٰمُهُۥ مِسْكٌ ۚ وَفِى ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ ٱلْمُتَنَـٰفِسُونَ 26 وَمِزَاجُهُۥ مِن تَسْنِيمٍ 27 عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا ٱلْمُقَرَّبُونَ 28

(22-28) Pada saat menyebutkan catatan amal mereka, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa mereka berada dalam kenikmatan. Nikmat adalah kata menyeluruh untuk kenikmatan hati, ruh, dan raga. ﴾ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ ﴿ "Mereka (duduk) di atas dipan-dipan," yakni di atas dipan yang berhiaskan hamparan indah, ﴾ يَنظُرُونَ ﴿ "sambil memandang" segala kenikmatan yang disiapkan Allah سبحانه وتعالى untuk mereka dan me-reka memandang Wajah Rabb mereka Yang Mulia. ﴾ تَعۡرِفُ ﴿ "Kamu dapat mengetahui," wahai orang yang memandang, ﴾ فِي وُجُوهِهِمۡ نَضۡرَةَ ٱلنَّعِيمِ ﴿ "dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan," yakni kebahagiaan, keindahan, dan keasrian karena kenikmatan, kegembiraan, dan kebahagiaan membuat wajah berseri, indah, dan asri. ﴾ يُسۡقَوۡنَ مِن رَّحِيقٖ ﴿ "Mereka diberi minum dari khamar murni," yang merupakan minuman yang paling nikmat dan lezat, ﴾ مَّخۡتُومٍ ﴿ "yang dilak (tempatnya)," minuman tersebut ﴾ خِتَٰمُهُۥ مِسۡكٞۚ ﴿ "laknya adalah kasturi." Kemungkinan yang dimaksudkan adalah tertutup agar tidak dimasuki sesuatu yang bisa mengurangi kenikmatannya dan bisa merusak cita rasanya. Penutupnya adalah minyak kesturi. Kemungkinan lain yang dimaksud adalah yang ada di ujung bejana yang mereka minum adalah minyak kesturi jenis azfar. Cawan ini seperti biasanya di dunia menjadi tempat untuk menuangkan, seperti itu juga di dalam surga. ﴾ وَفِي ذَٰلِكَ ﴿ "Dan untuk yang demikian itu," yakni nikmat abadi yang kebaikan dan ukurannya hanya diketahui Allah سبحانه وتعالى semata, ﴾ فَلۡيَتَنَافَسِ ٱلۡمُتَنَٰفِسُونَ ﴿ "hendaknya orang berlomba-lomba," yaitu hendaklah mereka saling berlomba-lomba dan bersegera menujunya serta melakukan amalan yang menghantarkan padanya. Inilah hal utama di mana jiwa yang paling berharga perlu dikorbankan dan ia adalah sesuatu yang paling layak diperebutkan oleh orang guna menca-painya. Dan campuran minuman ini ﴾ مِن تَسۡنِيمٍ ﴿ "adalah dari tasnim," yaitu mata air yang derajatnya paling tinggi dan dicampurkan bagi golongan kanan. Dicampurkan dengan khamar dan minuman nikmat lainnya.