Aller au contenu
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Qiyaama
Sourate 75

Al-Qiyaama

Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.

Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22

Versets 7–10

فَإِذَا بَرِقَ ٱلْبَصَرُ 7 وَخَسَفَ ٱلْقَمَرُ 8 وَجُمِعَ ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ 9 يَقُولُ ٱلْإِنسَـٰنُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ ٱلْمَفَرُّ 10

Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi Hari Kiamat seraya berfirman,

(7-10) Maksudnya, ﴾ فَإِذَا ﴿ "maka apabila," tiba Hari Kiamat, ﴾ بَرِقَ ٱلۡبَصَرُ ﴿ "mata terbelalak (ketakutan)," yakni, mata terbelalak (melotot) oleh kengerian karena huru-hara besar, dan terbelalak tidak terpe-jam, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى yang lain, ﴾ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٖ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ 42 مُهۡطِعِينَ مُقۡنِعِي رُءُوسِهِمۡ لَا يَرۡتَدُّ إِلَيۡهِمۡ طَرۡفُهُمۡۖ وَأَفۡـِٔدَتُهُمۡ هَوَآءٞ 43 ﴿ "Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong." (Ibrahim: 42-43). ﴾ وَخَسَفَ ٱلۡقَمَرُ ﴿ "Dan apabila bulan telah hilang cahayanya," yakni, hilang sinar dan kekuatannya, ﴾ وَجُمِعَ ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ ﴿ "dan matahari dan bulan dikumpulkan." Keduanya sejak diciptakan Allah سبحانه وتعالى tidak pernah di-satukan, dan pada Hari Kiamat Allah سبحانه وتعالى akan menyatukan kedua-nya. Cahaya rembulan dilenyapkan, matahari digulung, kemudian keduanya dilemparkan ke dalam neraka agar semua manusia mengetahui bahwa keduanya adalah dua ciptaan dan hamba Allah سبحانه وتعالى yang ditundukkan, dan agar orang-orang yang menyembah keduanya mengetahui bahwa mereka berdusta. ﴾ يَقُولُ ٱلۡإِنسَٰنُ ﴿ "Pada hari itu manusia berkata," ketika melihat hal-hal mengerikan, ﴾ أَيۡنَ ٱلۡمَفَرُّ ﴿ "Ke mana tempat lari?" Yakni, kemanakah tempat lari dan terlepas dari semua yang akan menimpa kami?