Aller au contenu
Tafsir As-Saadi - Indonesian · At-Taghaabun
Sourate 64

At-Taghaabun

Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.

Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22

Verset 3

خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ 3

(3) Setelah menyebutkan penciptaan manusia yang diperin-tah dan dilarang, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan makhluk-makhluk lain seraya berfirman, ﴾ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ ﴿ "Dia menciptakan langit dan bumi," maksudnya, menciptakan bentuk keduanya serta seluruh yang terdapat pada keduanya secara baik, ﴾ بِٱلۡحَقِّ ﴿ "dengan (tujuan) yang benar," maksudnya, dengan hikmah dan tujuan yang dimaksudkan oleh Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَصَوَّرَكُمۡ فَأَحۡسَنَ صُوَرَكُمۡۖ ﴿ "Dia membentuk rupa-mu dan dibaguskannya rupamu itu," dan ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ 4 ﴿ "Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (At-Tin: 4). Manusia adalah makhluk dengan bentuk yang paling baik dan pemandangan yang paling indah. ﴾ وَإِلَيۡهِ ٱلۡمَصِيرُ ﴿ "Dan hanya ke-padaNya-lah kembali(mu)." Maksudnya, tempat kembali pada Hari Kiamat. Allah سبحانه وتعالى akan memberi balasan atas keimanan dan keku-furan kalian dan meminta pertanggungjawaban atas nikmat yang diberikan pada kalian, apakah kalian mensyukurinya atau tidak?