An-Najm
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
وَٱلنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ 1
(1) Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan bintang pada saat terbenam yaitu ketika bergeser dari ufuk pada akhir malam di saat malam akan beranjak dan siang akan menjelang, karena pada yang demi-kian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang mengharus-kan untuk dijadikan sebagai sumpah. Sesuai pendapat yang kuat, kata اَلنَّجْمُ adalah isim jenis yang mencakup seluruh bintang. Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan bintang untuk menunjukkan kebenran yang diberitakan oleh Rasulullah a sebagai wahyu ilahi, karena di da-lamnya terdapat kondisional yang menakjubkan, karena Allah سبحانه وتعالى menjadikan bintang sebagai perhiasan langit, begitu juga dengan wahyu dan pengaruh-penga-ruhnya dijadikan perhiasan untuk bumi. Andai tidak ada ilmu yang diwarisi dari para nabi, tentu manusia berada dalam kegelapan melebihi gelapnya malam yang pekat.