Saba
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
أَفَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَىٰ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِن نَّشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ ٱلْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةً لِّكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيبٍ 9
(9) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengingatkan mereka kepada dalil aqli (rasio) yang membuktikan tidak adanya kemustahilan bagi "kebangkitan" yang mereka anggap mustahil. Dan sesungguhnya kalau saja mereka mau memperhatikan kepada apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, berupa langit dan bumi, kemudian mereka melihat sebagian dari kekuasaan Allah di dalamnya yang mencengangkan akal, dan sebagian dari keagungannya yang membuat para ilmuan terperangah, dan bahwa sesungguhnya penciptaan keduanya dan segala apa yang ada di dalamnya berupa berbagai macam makhluk itu jauh lebih besar daripada sekedar menghidupkan kembali manusia dari dalam kubur sesudah kematian mereka, maka apa gerangan yang men-dorong mereka untuk melakukan pendustaan itu, padahal mereka meyakini apa yang lebih agung (hebat, besar dan luar biasa. Pent.) daripadanya? Ya, memang itu adalah berita ghaib, hingga sekarang mereka belum menyaksikannya, maka dari itu mereka mendusta-kannya. Allah berfirman, ﴾ إِن نَّشَأۡ نَخۡسِفۡ بِهِمُ ٱلۡأَرۡضَ أَوۡ نُسۡقِطۡ عَلَيۡهِمۡ كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِۚ ﴿ "Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit," maksudnya, se-bagai azab. Sebab langit dan bumi berada di bawah kendali Kami. Maka jika Kami memerintah keduanya, niscaya keduanya tidak akan mendurhakai perintah Kami, maka waspadalah atas sikap kalian yang terus melakukan pendustaan, karena kami akan meng-hukum kalian dengan hukuman (siksaan) yang paling berat. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu" maksudnya, pada penciptaan langit dan bumi serta apa-apa yang ada pada ke-duanya berupa berbagai macam makhluk, ﴾ لَأٓيَةٗ لِّكُلِّ عَبۡدٖ مُّنِيبٖ ﴿ "benar-benar terdapat tanda bagi setiap hamba yang kembali." Semakin besar inabah seorang hamba kepada Allah, maka semakin besar pula pelajaran-pelajaran yang dia dapat dari ayat-ayat itu. Sebab orang yang kembali (berinabah) kepada Allah itu tulus menghadap ke-pada Rabbnya, keinginan dan kemauannya sudah terfokus kepada Rabbnya, dan dia selalu kembali kepadaNya dalam setiap urusan-nya, sehingga dia menjadi dekat kepada Rabbnya, dia sama sekali tidak mempunyai keinginan kecuali sibuk mencari keridhaanNya. Maka pengamatannya terhadap semua makhluk (ciptaan) adalah pengamatan yang penuh perenungan dan pelajaran, bukan peng-lihatan kelalaian yang tidak bermanfaat.