Al-Ahzaab
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَـٰلَـٰتِ ٱللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُۥ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا ٱللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبًا 39
(39) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan, siapa gerangan me-reka yang terdahulu, dan ini adalah sunnah dan tradisi mereka. Sesungguhnya mereka adalah ﴾ ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَٰلَٰتِ ٱللَّهِ ﴿ "orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah." Mereka membacakan ayat-ayat Allah, hujjah-hujjah dan argumen-argumenNya kepada manusia, dan mengajak mereka kepada Allah, ﴾ وَيَخۡشَوۡنَهُۥ ﴿ "dan mereka takut kepadaNya," semata, tiada sekutu bagiNya ﴾ وَلَا يَخۡشَوۡنَ أَحَدًا ﴿ "dan mereka tiada merasa takut kepada seorang pun," kecuali kepada Allah. Apabila yang demikian itu adalah sudah menjadi sunnah pada para nabi yang ma'shum, yang tugas mereka telah mereka laksanakan dan mereka kerjakan sebaik-baiknya, yaitu berdakwah, mengajak manusia kepada Allah dan hanya takut kepadaNya semata, yang menuntut untuk melaksanakan segala yang diperin-tahkanNya dan meninggalkan segala laranganNya, [maka hal ini membuktikan bahwa yang demikian itu tidak mengandung aib (cela) dari sudut mana pun]. ﴾ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبٗا ﴿ "Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan," yang memperhitungkan hamba-hambaNya dan selalu mengawasi amal perbuatan mereka. Dengan demikian dapat diketahui bahwa menikah itu termasuk salah satu sunnah (tradisi) para utusan Allah.