Luqman
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
وَمَن كَفَرَ فَلَا يَحْزُنكَ كُفْرُهُۥٓ ۚ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ 23
(23) ﴾ وَمَن كَفَرَ فَلَا يَحۡزُنكَ كُفۡرُهُۥٓۚ ﴿ "Dan barangsiapa yang kafir, maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu," sebab kamu telah melak-sanakan kewajibanmu untuk berdakwah dan menyampaikan. Maka apabila dia tidak juga berpegang kepada petunjuk, maka sungguh pahala untukmu sudah pasti dari Allah, dan sudah tidak ada lagi tempat untuk bersedih atas sikapnya yang tidak mau menerima hidayah, karena seandainya pada orang itu ada kebaikannya, tentu Allah telah memberinya petunjuk. Dan jangan pula kamu bersedih atas kelancangan mereka memusuhimu dan melawanmu dengan perang dan terus pada kesesatan dan kekafiran mereka, dan jangan pula kamu merasa gelisah atas mereka karena mereka belum segera ditimpa azab, sesungguhnya ﴾ إِلَيۡنَا مَرۡجِعُهُمۡ فَنُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓاْۚ ﴿ "hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka amal yang telah mereka kerjakan," yaitu berupa tindakan mereka kufur, memu-suhi dan upaya mereka untuk memadamkan cahaya Allah dan menyakiti para RasulNya, sesungguhnya Dia ﴾ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ﴿ "Maha Mengetahui segala isi hati," yang tidak diperbincangkan oleh manusia, lalu bagaimana dengan apa-apa yang tampak dan telah menjadi nyata? (Tentu Allah lebih mengetahuinya).