Aller au contenu
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Ash-Shu'araa
Sourate 26

Ash-Shu'araa

Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.

Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22

Versets 38–40

فَجُمِعَ ٱلسَّحَرَةُ لِمِيقَـٰتِ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ 38 وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنتُم مُّجْتَمِعُونَ 39 لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ ٱلسَّحَرَةَ إِن كَانُوا۟ هُمُ ٱلْغَـٰلِبِينَ 40

(38-40) Kemudian Fir'aun melaksanakan usulan orang-orang terdekatnya, dan dia pun mengirim orang-orang ke seluruh pelosok negeri untuk menghimpun para tukang sihir kawakan, dan dia benar-benar serius dalam hal ini. ﴾ فَجُمِعَ ٱلسَّحَرَةُ لِمِيقَٰتِ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "Lalu dikumpulkanlah ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan pada hari yang ditentukan," yang telah dijanjikan oleh Musa kepada mereka. Yaitu hari santai (libur) di mana mereka libur dari semua aktivitas. ﴾ وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلۡ أَنتُم مُّجۡتَمِعُونَ ﴿ "Dan dikatakan kepada orang banyak, 'Berkumpullah kamu sekalian'," maksudnya, diumumkan kepada seluruh masyarakat agar berkumpul pada hari yang telah diten-tukan itu, ﴾ لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ ٱلسَّحَرَةَ إِن كَانُواْ هُمُ ٱلۡغَٰلِبِينَ ﴿ "semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang." Maksudnya, mereka berkata kepada semua orang, "Berkumpullah kalian agar kalian bisa melihat kemenangan para tukang sihir melawan Musa, dan bahwa mereka adalah ahli sihir yang piawai, kemudian kita mengikuti mereka, menghormat mereka dan mengetahui keuta-maan ilmu sihir." Kalau saja mereka diberi petunjuk, tentu mereka akan me-ngatakan, "Semoga kita dapat mengikuti siapa yang benar dari mereka dan kita mengetahui yang benar." Maka dari itu peristiwa ini sama sekali tidak berguna bagi mereka kecuali tegaknya hujjah atas mereka.