Al-Hajj
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ 1
(1) Allah تعالى mengajak bicara seluruh umat manusia, supaya mereka bertakwa kepada Rabb mereka yang telah merawat mereka dengan beragam kenikmatan, yang terlihat maupun tidak. Sepan-tasnya mereka takut kepadaNya, dengan cara meninggalkan praktik syirik, perbuatan-perbuatan fasik serta maksiat, dan menaati perin-tah-perintahNya, sesuai dengan kemampuan mereka. Selanjutnya, Allah memberitahukan tentang satu faktor yang bisa membantu mereka dalam merealisasikan ketakwaan dan mem-peringatkan mereka agar tidak meninggalkannya. Yaitu, informasi tentang kondisi-kondisi dahsyat di Hari Kiamat. Allah berfirman, ﴾ إِنَّ زَلۡزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَيۡءٌ عَظِيمٞ 1 ﴿ "Sesungguhnya kegoncangan Hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat)," tingkat kenge-riannya tidak mampu diperkirakan dan tidak mampu diketahui bagaimana kenyataannya. Yang demikian itu, saat terjadinya Hari Kiamat, bumi mengalami kekeringan, bergetar dan bergerak-gerak, serta digoncang-goncangkan dengan goncangan yang sangat keras. Gunung-gunung terpecah-belah, tercabut (dari pangkalnya) dan menjelma pasir-pasir bertumpukan yang beterbangan. Kemudian menjadi debu-debu yang berhamburan. Berikutnya, manusia terbagi-bagi menjadi tiga golongan. Di saat itulah, langit terbelah, matahari dan bulan digulung, bintang-bintang jatuh berserakan. Kemudian, terjadilah kekacauan dan prahara yang mengerikan kalbu, menggelisahkan hati, memutih-kan rambut anak-anak kecil dan melenyapkan ketulian yang sudah parah.