Al-Anbiyaa
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ ٱلْفُرْقَانَ وَضِيَآءً وَذِكْرًا لِّلْمُتَّقِينَ 48
(48) Kerapkali Allah تعالى memadukan antara dua kitab agung ini, yang mana alam semesta ini tidak pernah menunjukkan kitab yang lebih utama, lebih agung penyebutannya, lebih mengandung berkah dan lebih besar muatan hidayah dan penjelasannya (bagi umat manusia) dari pada keduanya. Dua kitab tersebut yakni Taurat dan al-Qur`an. Allah memberitahukan bahwa Dia memberi al-Furqan (kitab yang membedakan) kepada Musa sebagai orang inti dan Harun sebagai pengikut. Yaitu Taurat yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan, petunjuk dan kesesatan. Ia meru-pakan, ﴾ ضِيَآءٗ ﴿ "penerangan," yaitu cahaya yang menjadi obor bagi orang-orang yang mencari hidayah, menjadi pemandu bagi orang-orang yang berjalan serta piranti untuk mengetahui hukum-hukum Allah dan alat yang membedakan antara hal-hal yang halal dan haram, menyebarkan penerangan dalam kegelapan kebodohan, bid'ah, dan kesesatan, serta berfungsi sebagai pengingat bagi orang-orang yang bertakwa. Dengan itu, mereka mengingat hal-hal yang bermanfaat dan hal-hal yang berbahaya bagi mereka, dan meng-ingat-ingat kebaikan dan kejelekan. Allah mengkhususkan penye-butan orang-orang bertakwa dalam konteks ini, karena mereka itulah pihak-pihak yang meraup manfaat darinya dalam bentuk ilmu maupun amalan.