An-Nahl
Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.
Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22
خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۚ تَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ 3
Berikutnya, Allah menerangkan bukti-bukti yang menguatkan hal itu. Allah berfirman,
Surat ini dinamakan juga dengan nama surat an-Ni'am (nikmat-nikmat). Karena Allah menyebutkan inti-inti kenikmatan dan pon-dasi-pondasinya di bagian awalnya. Sementara di penghujung surat, Dia (memerinci) pelengkap dan penyempurna kenikmatan itu.
(3) Allah memberitahukan bahwasanya, ﴾ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّۚ ﴿ "Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq," supaya hamba-hambaNya menjadikan keduanya sebagai bukti keagungan Sang Pencipta keduanya, dan sifat-sifat kesempurnaan milikNya, serta agar mereka mengetahui bahwa Dia menciptakan keduanya untuk tempat kediaman bagi hamba-hambaNya yang menyembahNya berdasarkan sesuatu yang Allah titahkan kepada mereka, berupa aturan-aturan syariat yang Allah turunkan melalui keterangan para RasulNya. Untuk itu, Dia menyucikan diriNya dari bentuk syirik kaum yang musyrikin yang menyekutukan (sesuatu) denganNya. Allah berfirman, ﴾ تَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ﴿ "Mahatinggi Allah daripada se-suatu yang mereka persekutukan," maksudnya Allah berlepas diri dan Mahaagung dari kesyirikan mereka. Sesungguhnya Dia adalah tuhan yang sebenarnya. Tidak seyogyanya peribadahan, mahabbah (rasa kecintaan), dan ketundukan diperuntukkan melainkan kepada-Nya تعالى.