Aller au contenu
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Yusuf
Sourate 12

Yusuf

Voici une traduction du tafsîr d’as-Saʿdī, telle qu’IslamHouse.com la publie sur saadi.islamenc.com, lue dans les pages de ce site. Le site ne dit ni qui l’a traduite ni quelle édition imprimée elle suit, et n’indique aucune condition pour en reprendre le texte, si bien que le droit de la montrer n’est pas vérifié. Personne ne l’a comparée à un livre imprimé, et aucun savant ne l’a relue. Chaque passage se tient à côté des versets qu’il commente, qui sont le texte coranique de Tanzil, montré tel qu’il y est ; un verset auquel le site ne donne aucun commentaire propre se tient avec le passage qui le précède, et l’index nomme chacun de ces versets. Sabīl n’en a rien écrit ni traduit.

Texte desaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)pris le 2026-10-22

Verset 47

قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدتُّمْ فَذَرُوهُ فِى سُنۢبُلِهِۦٓ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تَأْكُلُونَ 47

(47) Yusuf menakwilkan tujuh ekor sapi yang gemuk-gemuk dan tujuh butir (gandum) yang hijau bahwa itu adalah masa tujuh tahun yang subur. Sedangkan tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang kering-kering bahwa itu me-rupakan masa tujuh tahun penuh dengan paceklik. Boleh jadi sisi penjelasan adalah –wallahu a'lam– bahwasanya masa subur dan pa-ceklik menjadi acuan penggarapan tanaman. Apabila terjadi masa kesuburan, maka tanaman dan tetumbuhan menjadi kuat. Peman-dangannya pun indah dan hasil panenannya pun banyak. Sedang-kan pada masa paceklik, keadaan menjadi sebaliknya. Dahulu, pada umumnya sapilah yang digunakan untuk membajak tanah dan mengairi tanaman. Bulir gandum merupakan makanan pokok pa-ling penting dan paling utama. Dia menakwilkan demikian, lantaran adanya relevansi. Dalam menafsirkan mimpi itu kepada mereka, dia memadukan antara penakwilan mimpi dengan petunjuk me-ngenai kebijakan yang harus mereka kerjakan dan persiapan yang mereka lakukan berupa pengelolaan (hasil panen) di musim subur sampai musim paceklik. Ia berkata, ﴾ تَزۡرَعُونَ سَبۡعَ سِنِينَ دَأَبٗا ﴿ "Supaya kamu bercocok tanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa", berturut-turut ﴾ فَمَا حَصَدتُّمۡ ﴿ "Maka apa yang kamu tuai" dari tanaman itu ﴾ فَذَرُوهُ ﴿ "hendaklah kamu tinggalkan", kamu biarkan ﴾ فِي سُنۢبُلِهِۦٓ ﴿ "di bulirnya", karena akan lebih menjamin keawetannya dan akan semakin jarang diperhatikan (sehingga tidak dikonsumsi) ﴾ إِلَّا قَلِيلٗا مِّمَّا تَأۡكُلُونَ ﴿ "kecuali sedikit untuk kamu makan", aturlah [juga] kuantitas makanan kalian di musim-musim subur, hendaknya porsinya sedikit, agar simpanan kalian banyak, kemanfaatannya dan peranannya pun besar.