پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Fajr
سورهٔ ۸۹

Al-Fajr

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیه‌های ۱۵–۲۰

فَأَمَّا ٱلْإِنسَـٰنُ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ رَبُّهُۥ فَأَكْرَمَهُۥ وَنَعَّمَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَكْرَمَنِ ۱۵ وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَهَـٰنَنِ ۱۶ كَلَّا ۖ بَل لَّا تُكْرِمُونَ ٱلْيَتِيمَ ۱۷ وَلَا تَحَـٰٓضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ ۱۸ وَتَأْكُلُونَ ٱلتُّرَاثَ أَكْلًا لَّمًّا ۱۹ وَتُحِبُّونَ ٱلْمَالَ حُبًّا جَمًّا ۲۰

(15-20) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tabiat manusia dari segi manusia itu sendiri. Manusia adalah sosok bodoh, zhalim, yang tidak mengetahui resiko berbagai hal. Ia mengira kondisi yang ada padanya akan terus berlanjut dan tidak akan hilang dan mengira bahwa kemuliaan serta kenikmatan Allah سبحانه وتعالى yang diberikan di dunia menunjukkan kemuliaannya di sisi Allah سبحانه وتعالى, dan ia mengira bila ﴾ رِزۡقَهُۥ ﴿ "rizkinya," disempitkan hingga makanannya hanya pas-pasan (tidak lebih), hal itu dikira sebagai penghinaan Allah سبحانه وتعالى terhadapnya. Allah سبحانه وتعالى menolak dugaan ini seraya berfirman, ﴾ كـَلَّاۖ ﴿ "Sekali-kali tidak (demikian)," yakni, tidak semua orang yang Aku beri kenikmatan di dunia adalah orang mulia di sisiKu dan tidak berarti orang yang rizkinya Aku sempitkan adalah orang hina di sisiKu. Kekayaan, kemiskinan, kelapangan, dan kesempitan hanya-lah ujian dari Allah سبحانه وتعالى pada para manusia, agar Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui siapakah yang bersyukur dan bersabar, sehingga Allah سبحانه وتعالى bisa memberikan balasan besar atas kesyukuran dan kesabaran itu, se-dangkan yang tidak mau bersyukur dan bersabar, akan ditimpakan padanya siksaan yang mengerikan. Di samping itu, ketergantungan harapan seseorang pada keinginannya semata merupakan salah satu tanda lemahnya cita-cita. Karena itu Allah سبحانه وتعالى mencela mereka karena tidak memperhatikan kondisi orang lain yang memerlukan bantuan seraya berfirman, ﴾ كـَلَّاۖ بَل لَّا تُكۡرِمُونَ ٱلۡيَتِيمَ ﴿ "Sekali-kali tidak (demi-kian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim," yang kehilangan ayah dan orang yang mencarikan rizki baginya yang memerlukan pelipur lara dan perlakuan baik. Kalian justru tidak memuliakan-nya, tapi malah menghinanya. Ini menunjukkan tidak adanya rasa kasih sayang dalam hati kalian dan tidak adanya keinginan dalam kebajikan. ﴾ وَلَا تَحَٰٓضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ ﴿ "Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin," yakni, kalian tidak saling mengajak satu sama lain untuk memberi makan orang-orang yang memerlu-kan dari kalangan fakir miskin. Hal itu dikarenakan ketamakan terhadap dunia dan rasa cinta yang amat bersarang di hati. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَتَأۡكُلُونَ ٱلتُّرَاثَ ﴿ "Dan kamu memakan harta pusaka," yaitu harta yang ditinggalkan ﴾ أَكۡلٗا لَّمّٗا ﴿ "dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang batil)," yakni dengan segala ketamakan dan tidak menyisakan yang tidak halal sekalipun. Ka-rena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَتُحِبُّونَ ٱلۡمَالَ حُبّٗا جَمّٗا ﴿ "Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan," yakni dengan sangat. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا 16 وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰٓ 17 ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi, pada-hal kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal." (Al-A'la: 16-17). ﴾ كـَلَّا بَلۡ تُحِبُّونَ ٱلۡعَاجِلَةَ 20 وَتَذَرُونَ ٱلۡأٓخِرَةَ 21 ﴿ "Jangan (berbuat demikian). Tapi kamu lebih mencintai dunia dan meninggalkan akhirat." (Al-Qiyamah: 20-21).