Al-Burooj
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلْوَدُودُ ۱۴
(14) ﴾ وَهُوَ ٱلۡغَفُورُ ﴿ "Dia-lah Yang Maha Pengampun," Yang meng-ampuni seluruh dosa bagi yang bertaubat dan yang memaafkan kesalahan-kesalahan bagi yang memohon ampunan dan kembali, ﴾ ٱلۡوَدُودُ ﴿ "lagi Maha Pengasih," yang dicintai oleh para kekasihNya, tidak ada satu pun yang menyamaiNya, sebagaimana tidak ada sesuatu pun yang menyamaiNya dalam sifat-sifat keluhuran, ke-indahan, makna-makna, dan perbuatan-perbuatan, maka kecintaan terhadapNya di dalam hati hamba-hamba yang istimewa mengikuti kecintaan yang tidak sama dengan kecintaan terhadap apa pun. Karena itu, cinta terhadap Allah سبحانه وتعالى merupakan pangkal ibadah. Itulah cinta yang tidak didahului oleh cinta-cinta lain. Bila yang lain tidak mengikuti cinta itu, maka cinta tersebut adalah siksaan bagi pemiliknya. Dia-lah Yang Maha Mengasihi, yang mencintai para kekasihNya. Sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى yang lain, ﴾ يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُۥٓ ﴿ "Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya." (Al-Ma`idah: 54). Kasih sayang adalah cinta yang tulus. Dalam hal ini terdapat rahasia lembut, karena Allah سبحانه وتعالى me-nyandingkan kasih sayang dengan ampunan agar hal itu me-nunjukkan bahwa orang-orang yang berdosa bila bertaubat dan kembali kepada Allah سبحانه وتعالى, maka dosa-dosa mereka akan diampuni dan disayangi. Tidak dikatakan pada mereka bahwa dosa-dosa mereka diampuni atau kasih sayang kembali lagi pada mereka sebagaimana diucapkan sebagian orang yang keliru. Tapi Allah سبحانه وتعالى bergembira dengan taubatnya hamba pada saat bertaubat melebihi gembiranya seseorang terhadap hewan tunggangannya, di mana di atas kendaraan itu terdapat makanan, minuman, dan keperluan-nya, lalu kendaraan itu hilang di tengah padang pasir, hingga dia berputus asa darinya kemudian dia berbaring di bawah naungan pohon seraya menanti kematian, ketika dia berada pada kondisi seperti itu, tiba-tiba hewan tunggangannya tersebut berada di dekat kepalanya lalu dia memegang talinya.[139] Allah سبحانه وتعالى lebih senang atas taubatnya hamba melebihi gembiranya orang tersebut pada kendaraannya. Ini adalah kegembiraan terbesar yang dapat dirasa-kan (manusia). Maka segala puja, puji, dan tulusnya cinta hanya untuk Allah سبحانه وتعالى semata, yang kebaikanNya amat besar dan melim-pah, serta pemberianNya yang luas.