پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Inshiqaaq
سورهٔ ۸۴

Al-Inshiqaaq

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیه‌های ۱۶–۱۹

فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلشَّفَقِ ۱۶ وَٱلَّيْلِ وَمَا وَسَقَ ۱۷ وَٱلْقَمَرِ إِذَا ٱتَّسَقَ ۱۸ لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٍ ۱۹

(16-19) Di tempat ini Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan tanda-tanda malam. Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja yang merupakan sisa-sisa cahaya matahari dan sebagai pem-buka malam. ﴾ وَٱلَّيۡلِ وَمَا وَسَقَ ﴿ "Dan demi malam dan apa yang diselu-bunginya," yakni segala hewan dan apa saja yang terdapat padanya. ﴾ وَٱلۡقَمَرِ إِذَا ٱتَّسَقَ ﴿ "Dan demi bulan apabila jadi purnama," yakni penuh cahaya karena purnama. Itulah hal terindah dan banyak manfaat-nya. Obyek sumpah adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَتَرۡكَبُنَّ ﴿ "Sungguh kamu melalui," wahai manusia ﴾ طَبَقًا عَن طَبَقٖ ﴿ "tingkat demi tingkat (dalam ke-hidupan)," yakni berbagai fase dan kondisi yang berbeda dari setetes air, segumpal darah, segumpal daging hingga ditiupnya ruh, se-lanjutnya menjadi bayi mungil lalu remaja. Setelah itu pencatatan amal, perintah, dan larangan berlaku, kemudian setelah itu me-ninggal dunia. Selanjutnya dibangkitkan dan diberi balasan atas amal perbuatannya. Berbagai fase berbeda ini berlaku pada manu-sia yang menunjukkan bahwa hanya Allah سبحانه وتعالى semata yang berhak disembah, hanya Dia yang diesakan, Dia mengatur hamba-hamba-Nya dengan kebijaksanaan dan rahmatNya, sedangkan manusia adalah makhluk miskin, lemah di bawah pengaturan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.