پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Anfaal
سورهٔ ۸

Al-Anfaal

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۴

أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُمْ دَرَجَـٰتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ ۴

(4) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itulah", yang memiliki sifat-sifat di atas adalah ﴾ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقّٗاۚ ﴿ "orang-orang yang beriman dengan sebenar-benar-nya," karena mereka menggabungkan antara Islam dengan iman, antara amal lahir dengan amal batin, antara ilmu dengan amal, dan antara hak Allah dengan hak hamba-hambaNya. Allah تعالى mendahulukan amalan hati karena ia adalah dasar bagi amalan anggota tubuh sekaligus ia lebih utama darinya. Dan di dalam ayat ini terkandung dalil bahwa iman itu bertambah dan berkurang, ia bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan sebaliknya. Bahwa seorang hamba harus menjaga dan memupuk imannya, dan bahwa perkara pertama yang menghasilkan itu ada-lah mentadaburi dan merenungkan makna Kitabullah. Kemudian Allah menyebutkan pahala orang-orang yang beriman dengan se-benar-benarnya, Dia berfirman, ﴾ لَّهُمۡ دَرَجَٰتٌ عِندَ رَبِّهِمۡ ﴿ "Mereka akan mem-peroleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabb mereka," yakni derajat yang tinggi sesuai dengan ketinggian amal mereka, ﴾ وَمَغۡفِرَةٞ ﴿ "dan ampunan" bagi dosa-dosa mereka ﴾ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ﴿ "serta rizki (nikmat) yang mulia," yaitu apa yang Allah sediakan untuk mereka di Surga dari apa yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah ter-dengar oleh telinga dan belum pernah terlintas di benak manusia. Ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang tidak sampai pada derajat mereka dalam keimanan, maka walaupun dia masuk surga, namun dia tidak mendapatkan kemuliaan dari Allah yang sempurna seperti yang mereka dapatkan.