Al-Muddaththir
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
كَلَّآ إِنَّهُۥ تَذْكِرَةٌ ۵۴ فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ ۵۵ وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ هُوَ أَهْلُ ٱلتَّقْوَىٰ وَأَهْلُ ٱلْمَغْفِرَةِ ۵۶
(54-56) ﴾ كـَلَّآ إِنَّهُۥ تَذۡكِرَةٞ ﴿ "Sekali-kali tidak demikian halnya. Se-sungguhnya al-Qur`an itu adalah peringatan." Kata ganti dalam ayat ini kemungkinan merujuk kepada surat atau segala sesuatu yang terdapat dalam nasihat ini. ﴾ فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ ﴿ "Maka barangsiapa meng-hendaki, niscaya dia mengambil pelajaran darinya (al-Qur`an)," karena al-Qur`an telah menjelaskan jalan lurus dan petunjuk. ﴾ وَمَا يَذۡكُرُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya kecuali (jika) Allah menghendakinya," karena sesungguhnya kehendak Allah سبحانه وتعالى berlaku secara umum. Tidak ada satu kejadian pun, baik kecil atau besar yang luput dari kehendak Allah سبحانه وتعالى. Di sini terdapat bantahan bagi Qadariyah yang memasukkan perbuatan manusia di bawah kehendak Allah سبحانه وتعالى sekaligus sebagai bantahan bagi Jabariyah yang mengira bahwa manusia tidak memiliki kehendak dan perbuatan secara hakiki, tapi semuanya dipaksa untuk dilaku-kan. Dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى menegaskan adanya kehendak hakiki dan nyata bagi manusia. Allah سبحانه وتعالى menjadikan kehendak manusia sebagai pengikut kehendakNya. ﴾ هُوَ أَهۡلُ ٱلتَّقۡوَىٰ وَأَهۡلُ ٱلۡمَغۡفِرَةِ ﴿ "Dia (Allah) adalah Rabb Yang patut (kita) bertakwa kepadaNya dan berhak memberi ampun," yakni, Dia patut ditakuti dan disembah, karena hanya Dia-lah Tuhan yang sepatutnya disembah dan patut untuk memberi ampunan pada siapa saja yang bertakwa padaNya dan mencari ridhaNya.
Selesai tafsir Surat al-Muddatstsir. Segala puji dan karunia hanya milik Allah سبحانه وتعالى semata.