Al-A'raaf
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
وَهُوَ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَـٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَـٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ ٱلْمَآءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ ٱلْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ۵۷
(57) Allah تعالى menjelaskan salah satu bukti kuasaNya dan salah satu bentuk karuniaNya. Dia berfirman, ﴾ وَهُوَ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦۖ ﴿ "Dan Dia-lah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan RahmatNya (hujan)." Yakni angin yang membawa hujan, yang memicu hujan dari bumi dengan izin Allah, maka makhluk bersuka cita dengan rahmat Allah dan hati mereka menjadi tenang sebelum ia turun. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتۡ سَحَابٗا ثِقَالٗا ﴿ "Hingga apabila angin itu membawa awan mendung." Sebagian darinya meniupnya, lalu ia bertemu dengan angin yang lain, dan bersatu dengan angin yang lain lagi. ﴾ سُقۡنَٰهُ لِبَلَدٖ مَّيِّتٖ ﴿ "Kami halau ke suatu daerah yang tandus", hewan-hewannya hampir mati dan penduduknya hampir berputus asa dari rahmat Allah. ﴾ فَأَنزَلۡنَا بِهِ ﴿ "Lalu Kami turunkan", pada daerah yang tandus itu ﴾ ٱلۡمَآءَ ﴿ "hujan" yang deras dari awan itu. Allah me-ngirimkan angin yang mengucurkannya dan angin yang meratakan-nya dengan izin Allah, lalu Kami tumbuhkan dengannya tumbuh-tumbuhan, maka mereka bersuka cita dengan rahmat Allah, dan menikmati kebaikan Allah. FirmanNya, ﴾ كَذَٰلِكَ نُخۡرِجُ ٱلۡمَوۡتَىٰ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ ﴿ "Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran." Yakni, sebagaimana Kami hidupkan bumi setelah ia mati dengan tumbuh-tumbuhan, maka begitu pula Kami mengeluarkan orang-orang mati dari kubur mereka setelah sebe-lumnya mereka adalah tulang belulang yang tercecer. Ini adalah argumen yang sangat jelas, karena di antara kedua perkara tersebut tidak ada perbedaan. Orang yang mengingkari Hari Kebangkitan karena menurutnya mustahil, padahal dia melihat hal yang sama dengannya adalah orang yang sombong yang mengingkari hal-hal kongkrit. Ini mengandung dorongan untuk merenungkan dan me-mikirkan nikmat-nikmat Allah dengan mata yang dapat mengambil pelajaran dan ibrah, bukan mata yang penuh dengan kelalaian dan kelengahan.