Al-Hadid
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَـٰفِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥ وَرُسُلَهُۥ بِٱلْغَيْبِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِىٌّ عَزِيزٌ ۲۵
(25) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ﴿ "Sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata," berupa dalil, bukti, dan tanda-tanda yang menunjukkan kebenaran risalah yang mereka bawa, ﴾ وَأَنزَلۡنَا مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ ﴿ "dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab." اَلْكِتَابُ di sini adalah kata benda umum (isim jenis) yang mencakup seluruh kitab yang ditu-runkan Allah سبحانه وتعالى sebagai petunjuk untuk makhluk dan mengarah-kan mereka pada apa-apa yang berguna bagi mereka, baik di dunia maupun di akhirat. ﴾ وَٱلۡمِيزَانَ ﴿ "Dan neraca," yakni timbangan ke-adilan terhadap perkataan dan perbuatan, dan agama yang dibawa oleh para rasul seluruhnya adil dalam hal perintah dan larangan dan juga dalam interaksi manusia dari segi pidana, qishash, hukum had, hukum waris dan lainnya. Hal itu ﴾ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلۡقِسۡطِۖ ﴿ "supaya manusia dapat melaksanakan keadilan." Menegakkan agama Allah سبحانه وتعالى dan mewujudkan kemaslahatan mereka yang tidak mungkin bisa dihitung. Hal ini membuktikan bahwa para rasul itu sama dalam kaidah dasar syariat, yaitu menegakkan keadilan meski bentuknya berbeda-beda sesuai kondisi dan waktu. ﴾ وَأَنزَلۡنَا ٱلۡحَدِيدَ فِيهِ بَأۡسٞ شَدِيدٞ ﴿ "Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat," sebagai alat-alat perang seperti pedang, baju besi, dan lainnya, ﴾ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ ﴿ "dan berbagai manfaat bagi ma-nusia," yang manfaatnya bisa dibuktikan di berbagai jenis produksi, pekerjaan, perabotan, dan alat-alat bercocok tanam hingga hampir semua benda pasti memerlukan besi. ﴾ وَلِيَعۡلَمَ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥ وَرُسُلَهُۥ بِٱلۡغَيۡبِۚ ﴿ "(Supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasulNya padahal Allah tidak dilihatnya." Agar Allah سبحانه وتعالى menguji dengan sesuatu yang diturun-kan dari al-Kitab dan besi, sehingga akan terlihat jelas siapa yang menolong para rasulNya sekalipun Allah سبحانه وتعالى tidak dilihatnya, di mana percaya terlebih dahulu lebih berguna baginya sebelum me-nyaksikan secara langsung, yang andai rasa percaya dan keimanan tidak ada, tentu tidak berguna, karena pada waktu itu keimanan amat penting. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperka-sa." Maksudnya, tidak ada yang bisa mengalahkanNya dan tidak ada sesuatu pun yang luput dariNya. Dan di antara kekuatan dan keperkasaanNya adalah menu-runkan besi yang menjadi alat-alat kekuatan. Dan di antara ke-kuatan dan keperkasaanNya, Dia mampu mengalahkan musuh-musuhNya, hanya saja Dia hendak menguji para penolongNya terhadap musuh-musuhNya agar Dia mengetahui siapakah yang menolongNya padahal Dia tidak terlihat olehnya. Dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى menyandingkan al-Kitab (kitab suci-nya) dengan besi karena dengan kedua hal tersebut Allah سبحانه وتعالى meno-long agama dan meninggikan kalimatNya. Dengan kitab suci yang di dalamnya terdapat hujjah dan bukti nyata dan pedang yang bisa mendapatkan kemenangan dengan izin Allah سبحانه وتعالى, kedua hal tersebut menegakkan keadilan yang bisa dipakai sebagai petunjuk atas hikmah serta kemuliaan Allah سبحانه وتعالى dan juga kemuliaan syariat-Nya yang disyariatkan melalui lisan para rasul.