پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Hadid
سورهٔ ۵۷

Al-Hadid

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۱۶

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ ٱلْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَـٰسِقُونَ ۱۶

(16) Pada saat Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi orang-orang Mukmin dan munafik di akhirat, baik lelaki maupun perempuan, hal itu menyerukan hati agar khusyu' terhadap Rabbnya serta merasa rendah karena keagunganNya. Allah سبحانه وتعالى mencela seraya mendidik orang Mukmin karena tidak mengkhusyu'kan dan me-rendahkan hati di hadapan keagunganNya seraya berfirman, ﴾ أَلَمۡ يَأۡنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن تَخۡشَعَ قُلُوبُهُمۡ لِذِكۡرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلۡحَقِّ ﴿ "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka terhadap dzikrullah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)," maksudnya, apakah belum tiba waktunya bagi hati untuk melunak dan merasa khusyu' terhadap dzikrullah, yaitu al-Qur`an, serta taat terhadap perintah-perintah dan laranganNya dan kebenaran yang diturunkan pada Muhammad a. Dalam ayat ini terdapat dorongan untuk mengkhusyu'kan hati kepada Allah سبحانه وتعالى secara sungguh-sungguh, mengkhusyu'kan hati terhadap al-Qur`an dan as-Sunnah serta mengingat petuah-petuah ilahiyah serta hukum-hukum syariat di setiap waktu serta mengintrospeksi diri untuk hal itu, ﴾ وَلَا يَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَمَدُ ﴿ "Dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka," maksudnya, jangan menjadi seperti orang-orang yang diberi kitab sebelumnya yang mengharuskan mereka untuk khusyu' dan taat secara total, namun mereka tidak bisa menunaikannya dengan lama bahkan masa pun berlalu, kelalaian mereka berlanjut hingga keimanan dan keyakinan mereka lenyap, ﴾ فَقَسَتۡ قُلُوبُهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ ﴿ "lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyak-an di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." Hati setiap saat memerlukan peringatan al-Qur`an yang diturunkan Allah سبحانه وتعالى dan berbicara dengan hikmah, tidak sepatutnya lalai dari hal itu, ka-rena lalai dari al-Qur`an dan berdzikir merupakan sebab kerasnya hati dan membekunya air mata.