Muhammad
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ مَاتُوا۟ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَهُمْ ۳۴
(34) Ayat ini dan ayat lain yang terdapat dalam surat al-Baqarah, ﴾ وَمَن يَرۡتَدِدۡ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتۡ وَهُوَ كَافِرٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ حَبِطَتۡ أَعۡمَٰلُهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۖ ﴿ "Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat," (Al-Baqarah: 217), adalah sebagai pembatas kemut-lakan semua nash tentang gugurnya amalan karena kekufuran. Yakni, gugurnya amal karena kekufuran dibatasi dengan kematian orang bersangkutan dalam kekufuran. Dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Sesungguh-nya orang-orang yang kafir," terhadap Allah سبحانه وتعالى, malaikat, kitab-kitab Allah سبحانه وتعالى, rasul-rasul Allah سبحانه وتعالى, dan Hari Akhir, ﴾ وَصَدُّواْ ﴿ "dan mengha-langi" manusia ﴾ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "dari jalan Allah," dengan cara mendorong mereka agar tidak menerima kebenaran dan diajak kepada keba-tilan serta dihias-hiasi, ﴾ ثُمَّ مَاتُواْ وَهُمۡ كُفَّارٞ ﴿ "kemudian mereka mati dalam keadaan kafir," sebelum bertaubat, ﴾ فَلَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡ ﴿ "maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka," tidak dengan syafa'at atau lainnya, karena Allah سبحانه وتعالى telah memastikan azab atas mereka. Me-reka telah kehilangan pahala dan Allah سبحانه وتعالى telah mewajibkan mereka untuk kekal di dalam neraka, serta rahmat dari Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Menyayangi dan Maha Mengampuni telah ditutup untuk mereka. Makna tersirat dari ayat ini adalah bahwa jika mereka bertau-bat dari kekufuran sebelum ajal menjelang, maka Allah سبحانه وتعالى akan mengampuni dan merahmati mereka, serta memasukkan mereka ke dalam surga, meski mereka menghabiskan usia dalam kekufuran dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah سبحانه وتعالى serta melaku-kan berbagai kemaksiatan. Mahasuci Allah سبحانه وتعالى yang membukakan pintu-pintu rahmat untuk para hambaNya dan tidak menutupnya dari seorang pun selama yang bersangkutan masih hidup dan masih mungkin bertaubat. Mahasuci Allah سبحانه وتعالى Yang Mahasabar yang tidak menyegerakan siksaan bagi mereka yang durhaka, Allah سبحانه وتعالى justru mengampuni mereka dan memberi mereka rizki seolah-olah mereka tidak pernah mendurhakaiNya padahal Allah سبحانه وتعالى Kuasa untuk se-gera menyiksa mereka.