پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Nisaa
سورهٔ ۴

An-Nisaa

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۱۴۷

مَّا يَفْعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَءَامَنتُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا ۱۴۷

(147) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kesempur-naan kekayaanNya dan luasnya kasih sayangNya, rahmatNya dan kebaikanNya dalam FirmanNya, ﴾ مَّا يَفۡعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِكُمۡ إِن شَكَرۡتُمۡ وَءَامَنتُمۡۚ ﴿ "Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman?" Dan kenyataannya bahwa Allah memang Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. Dia memberi pahala yang banyak dan kebaikan yang luas kepada orang-orang yang bersabar menanggung beban berat karenaNya dan orang-orang yang tekun beramal. Barang-siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberikan hal yang terbaik darinya. Di samping itu Allah Maha Mengetahui lahiriyah kalian, batin kalian dan perbuatan-perbuatan kalian serta apa yang nampak darinya berupa keikhlasan, kejujur-an, atau hal yang berlawanan dengan itu. Dan Allah menghendaki agar kalian bertaubat, berserah diri, dan kembali kepadaNya. Bila kalian berserah diri kepadaNya, lalu bagaimana mungkin Allah akan menyiksa kalian? Karena sesungguhnya Allah tidaklah mengambil balas dengan menyiksa kalian dan tidak mengambil manfaat dengan menghukum kalian. Akan tetapi seseorang yang bermaksiat tidaklah melakukan kemudharatan kecuali untuk dirinya sendiri, sebagaimana perbuatan seorang yang taat adalah untuk dirinya sendiri, sedang syukur itu adalah ketundukan hati, pengakuannya akan karunia Allah, pujian lisan atas Dzat yang disyukuri, perbuatan anggota tubuh dengan ketaatan kepadaNya, dan tidak mempergunakan kenikmatan dariNya untuk bermaksiat kepadaNya.