پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Yaseen
سورهٔ ۳۶

Yaseen

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیه‌های ۷۴–۷۵

وَٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ ءَالِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ ۷۴ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ مُّحْضَرُونَ ۷۵

(74-75) Ini adalah penjelasan tentang kepalsuan sembahan-sembahan kaum musyrikin yang mereka angkat (ambil) selain Allah سبحانه وتعالى, mereka harapkan pertolongan dan syafa'atnya. Sesungguhnya sembahan-sembahan tersebut benar-benar sangat rapuh, ﴾ لَا يَسۡتَطِيعُونَ نَصۡرَهُمۡ ﴿ "tidak dapat menolong mereka," dan bahkan mereka tidak dapat menolong diri mereka sendiri. Kalau mereka tidak mampu meno-long diri mereka sendiri, lalu bagaimana mereka akan menolong para penyembahnya?! Pertolongan itu harus memenuhi dua syarat, yaitu kemampuan dan (kuasa).[72] Apabila ia mampu, maka masih ada lagi syarat lain, yaitu apakah ia mau menolong penyembahnya atau tidak? Dengan demikian, penafian kemampuan menafikan dua hal ini sekaligus. ﴾ وَهُمۡ لَهُمۡ جُندٞ مُّحۡضَرُونَ ﴿ "Padahal berhala-berhala itu bagai tentara yang (akan) dihadirkan kepada mereka." Maksudnya, mereka akan dihadir-kan dan juga para penyembahnya di dalam satu siksaan, dan satu sama lain saling berlepas diri. Lalu kenapa mereka tidak berlepas diri di dunia dari penyembahan kepada sembahan-sembahan tersebut dan kemudian mengikhlaskan ibadah hanya kepada yang di TanganNya kerajaan, pemberian manfaat, mara bahaya, pem-berian rizki dan menahannya, yaitu Dia Yang Maha Pelindung lagi Maha Penolong.