Faatir
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِى لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ ٱلْمُلْكُ ۚ وَٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ ۱۳
(13) Hal lain adalah bahwa Allah menggantikan siang dengan malam dan malam dengan siang, dan memasukkan siang kepada malam dan malam kepada siang. Apabila siang tiba, maka malam pun pergi, dan terkadang memperpanjang yang satu dan memperpendek yang lain dan kadang menjadikannya sama pan-jang; sehingga dengan demikian terciptalah berbagai maslahat bagi manusia untuk tubuh, hewan ternak, pepohonan dan tanaman-tanaman mereka. Demikian pula apa-apa yang diciptakan oleh Allah سبحانه وتعالى seperti ditundukkannya matahari dan bulan, seperti berbagai maslahat sinar dan cahaya, gerak, diam dan bertebarannya manusia dalam mencari karuniaNya, lalu fungsi cahaya matahari dalam mema-tangkan buah-buahan dan mengeringkan apa saja yang hendak dikeringkan dan berbagai hal lainnya yang menjadi kebutuhan primer yang kalau saja ia tidak ada, maka manusia akan mendapat-kan bahaya (mudarat) yang sangat besar. Dan FirmanNya ﴾ كُلّٞ يَجۡرِي لِأَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ ﴿ "Masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan." Masing-masing matahari dan bulan beredar pada garis orbitnya sebagaimana dikehendaki oleh Allah. Lalu apabila batas waktunya telah datang dan kehancuran dunia telah dekat waktunya, maka terhentilah peredarannya, kekuatan-nya menjadi tersendat, dan bulan pun redup, matahari pun digu-lung, dan bintang-bintang berjatuhan. Setelah Allah menjelaskan sebagian dari makhluk-makhluk ciptaan tersebut dan menjelaskan apa-apa yang terkandung di dalamnya, yaitu ibrah (pelajaran) yang membuktikan kemaha-sempurnaanNya dan karuniaNya, Dia berfirman,﴾ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ لَهُ ٱلۡمُلۡكُۚ ﴿ "Yang demikian itulah Allah Rabbmu, kepunyaanNya-lah kera-jaan."Artinya, Dia-lah satu-satunya yang menciptakan semua apa yang disebutkan di atas dan yang menundukkannya adalah Rabb Sembahan yang berhak diibadahi, yang kepunyaanNya jualah semua kerajaan. ﴾ وَٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ ﴿ "Dan orang-orang yang kamu seru selain Dia" seperti patung-patung dan berhala-berhala sama sekali tidak memiliki ﴾ مِن قِطۡمِيرٍ ﴿ "apa-apa walaupun setipis kulit ari." Maksud-nya, sama sekali tidak mempunyai sesuatu apa pun, sedikit atau banyak, walaupun setipis kulit ari yang merupakan sesuatu yang paling remeh. Ini merupakan peniadaan yang total dan berlaku umum. Lalu bagaimana mereka diseru (disembah), padahal mereka sama sekali tidak mempunyai sesuatu pun dari kerajaan langit dan bumi.