Ar-Room
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْقَدِيرُ ۵۴
(54) Allah سبحانه وتعالى menginformasikan tentang keluasan ilmuNya, keagungan kekuasaanNya, dan kesempurnaan hikmahNya, dan bahwa sesungguhnya Dia telah memulai penciptaan manusia dari keadaan lemah, yaitu fase-fase pertama dari penciptaannya dari sperma menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging hingga menjadi hewan hidup di dalam rahim, lalu hingga dilahir-kan sedangkan dia berada pada usia anak-anak. Dan dia pada saat itu berada dalam puncak kelemahan, tidak memiliki kekuatan dan kemampuan. Kemudian Allah سبحانه وتعالى terus menambahnya makin kuat sedikit demi sedikit hingga mencapai usia remaja dan kekuatan-nya pun menjadi sempurna, kekuatan lahir dan batinnya menjadi sempurna pula. Kemudian dia berpindah dari fase ini dan kembali kepada kelemahan, masa beruban dan tua renta. ﴾ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ ﴿ "Dia mencip-takan apa yang dikehendakiNya" sesuai hikmahNya. Dan di antara hikmahNya adalah Dia memperlihatkan kepada manusia kele-mahannya, dan sesungguhnya kekuatannya diliputi dengan dua kelemahan, dan bahwa sesungguhnya dia tidak memiliki dari dirinya kecuali kekurangan. Kalau saja bukan karena Allah menja-dikannya kuat, tentu dia tidak akan pernah mencapai pada suatu kekuatan dan kemampuan. Dan kalau seandainya kekuatannya terus bertambah, niscaya dia congkak, sombong dan melampaui batas. Dan hendaknya manusia mengetahui kesempurnaan kekua-saan Allah yang terus-menerus bertambah, dengannya Dia mencip-takan segala sesuatu dan dengannya Dia mengatur segala urusan. KekuatanNya tidak pernah ditimpa ketidakberdayaan, kelemahan ataupun kekurangan dari segala sisinya.