Ar-Room
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ۳۱
(31) ﴾ مُنِيبِينَ إِلَيۡهِ وَٱتَّقُوهُ ﴿ "Dengan kembali bertaubat kepadaNya, dan bertakwalah kepadaNya," ia adalah tafsir (penjelasan) terhadap "menghadapkan wajah kepada agama." Karena sesungguhnya inabah (kembali) itu adalah inabah hati dan ketertarikan faktor pe-nyebabnya kepada hal-hal yang diridhai Allah سبحانه وتعالى, dan konsekuensi dari semua itu adalah amal anggota tubuh dengan tuntutan apa yang ada di dalam hati. Maka hal itu meliputi ibadah-ibadah lahi-riyah dan batiniyah, dan semua itu tidak akan bisa sempurna (ter-laksana) kecuali dengan cara meninggalkan maksiat-maksiat yang lahir dan yang batin. Maka dari itu, Dia berfirman, ﴾ وَٱتَّقُوهُ ﴿ "dan bertakwalah kepadaNya." Ini mencakup pelaksanaan terhadap hal-hal yang diperintahkan dan meninggalkan hal-hal yang dilarang. Di antara hal-hal yang diperintahkan itu, shalat disebutkan secara khusus, karena shalat mengajak kepada inabah dan takwa, sebagai-mana Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ ﴿ "Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari yang keji dan mungkar." (Al-Ankabut: 45). Inilah pertolongan shalat untuk bisa bertakwa. Kemudian Dia berfirman, ﴾ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ ﴿ "Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar." (Al-An-kabut: 45). Ini adalah himbauan untuk berinabah (kembali kepada Allah). Dan Dia mengkhususkan pada pondasi larangan, yaitu sesuatu yang mana amal tidak akan diterima bila disertainya. Ia adalah syirik. Maka Dia berfirman, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah," sebab ke-beradaan syirik itu sangat berlawanan dengan inabah yang ruhnya adalah ikhlas dari semua sisi.