Al-Qasas
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ مِنْ عِندِنَا قَالُوا۟ لَوْلَآ أُوتِىَ مِثْلَ مَآ أُوتِىَ مُوسَىٰٓ ۚ أَوَلَمْ يَكْفُرُوا۟ بِمَآ أُوتِىَ مُوسَىٰ مِن قَبْلُ ۖ قَالُوا۟ سِحْرَانِ تَظَـٰهَرَا وَقَالُوٓا۟ إِنَّا بِكُلٍّ كَـٰفِرُونَ ۴۸
(48) ﴾ فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Maka tatkala datang kepada mereka ke-benaran" yang tidak ada keraguan di dalamnya ﴾ مِنۡ عِندِنَا ﴿ "dari sisi Kami" yaitu al-Qur`an yang telah Kami wahyukan kepadamu, ﴾ قَالُواْ ﴿ "mereka berkata" seraya mendustakannya dan menolak dengan suatu yang tidak bisa dijadikan sebagai paham penolakan, ﴾ لَوۡلَآ أُوتِيَ مِثۡلَ مَآ أُوتِيَ مُوسَىٰٓۚ ﴿ "Mengapakah tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu." Maksudnya, diturunkan kepadanya sebuah kitab dari langit sekaligus. Artinya: Selagi ia di-turunkan secara berserakan (terpisah-pisah, bertahap. Pent) maka itu berarti bukan dari Allah. Dalil apa dalam hal ini? Syubhat apa yang membuktikan bahwa ia bukan dari Allah ketika diturunkan secara terpisah-pisah? Bahkan di antara kesempurnaan al-Qur`an ini dan perhatian Allah kepada orang yang al-Qur`an itu diturun-kan kepadanya adalah penurunan al-Qur`an secara terpisah-pisah (bertujuan) untuk meneguhkan hati RasulNya dengan cara itu, dan untuk terjadinya penambahan iman bagi orang-orang yang beriman, ﴾ وَلَا يَأۡتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ وَأَحۡسَنَ تَفۡسِيرًا 33 ﴿ "Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) se-suatu perumpamaan, melainkan Kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya." (Al-Furqan: 33). Dan juga, sesungguhnya analogi mereka kepada Kitab Nabi Musa adalah analogi yang sudah mereka rusak sendiri. Lalu bagai-mana bisa mereka menganalogikannya kepada kitab yang telah mereka ingkari dan tidak mereka yakini? Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ أَوَلَمۡ يَكۡفُرُواْ بِمَآ أُوتِيَ مُوسَىٰ مِن قَبۡلُۖ قَالُواْ سِحۡرَانِ تَظَٰهَرَا ﴿ "Dan bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada Kitab yang diberikan kepada Musa dahulu; mereka dahulu telah berkata, 'Dua ahli sihir yang bantu mem-bantu'." Maksudnya, al-Qur`an dan Taurat saling bantu-membantu di dalam sihirnya dan di dalam menyesatkan manusia.﴾ وَقَالُوٓاْ إِنَّا بِكُلّٖ كَٰفِرُونَ ﴿ "Dan mereka (juga) berkata, 'Sesungguhnya kami tidak memperca-yai masing-masing mereka itu'." Dengan demikian terbuktilah bahwa mereka hendak membatalkan kebenaran dengan sesuatu yang tidak bisa dijadikan argumen, dan hendak merusaknya dengan sesuatu yang tidak bisa dirusak, mereka mengucapkan perkataan-perka-taan yang kontradiksi. Itulah kebiasaan setiap orang kafir. Maka dari itu Allah menegaskan bahwa mereka kafir kepada dua kitab dan dua rasul tersebut.