An-Naml
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
وَيَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ فَفَزِعَ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَٰخِرِينَ ۸۷
(87) Allah سبحانه وتعالى menakut-nakuti hamba-hambaNya dengan apa yang ada di hadapan mereka, yaitu Hari Kiamat dan segala apa yang di dalamnya berupa berbagai ujian, kesempitan dan hal-hal yang sangat menakutkan hati, seraya berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَفَزِعَ ﴿ "Dan hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah" disebabkan tiupan itu, ﴾ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "segala yang di langit dan segala yang di bumi," maksudnya, mereka tersentak dan kaget, sebagian dari mereka merangkul sebagian yang lain karena ketakutan ter-hadap apa yang menjadi pendahuluan kiamat, ﴾ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali siapa yang dikehendaki Allah," di antara orang-orang yang dimulia-kan oleh Allah, diteguhkan dan dijaga dari rasa takut. ﴾ وَكُلٌّ ﴿ "Dan semua mereka" dari setiap manusia di saat sangkakala ditiup, ﴾ أَتَوۡهُ دَٰخِرِينَ ﴿ "datang menghadapNya dengan merendahkan diri," dengan rasa hina dina lagi tunduk, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى di dalam ayat yang lain: ﴾ إِن كُلُّ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ إِلَّآ ءَاتِي ٱلرَّحۡمَٰنِ عَبۡدٗا 93 ﴿ "Tidak ada seorang pun di langit dan bumi, kecuali akan datang kepada Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba." (Maryam: 93). Dan pada hari itu para pemimpin dan rakyat yang dipimpin sama merasa hina dan tunduk kepada Raja Diraja.