Ash-Shu'araa
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱئْتِ ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ ۱۰ قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۚ أَلَا يَتَّقُونَ ۱۱
Allah سبحانه وتعالى mengulangi kisah Nabi Musa dan mendua kalikan-nya di dalam al-Qur`an yang mana Dia tidak mendua kalikan selainnya. Hal itu karena kisah tersebut mengandung beberapa hikmah dan pelajaran. Dan di dalamnya terdapat berita tentang nabiNya bersama orang-orang yang zhalim dan orang-orang yang beriman. Dia adalah pembawa Syariat agung dan pembawa kitab Taurat yang merupakan kitab suci termulia setelah al-Qur`an, seraya berfirman,
(10-11) Dan ingatlah keadaan yang sangat mulia pada waktu Allah menyeru Nabi Musa saat Dia berbicara langsung ke-padanya, mengangkatnya sebagai nabi dan mengutusnya, seraya berfirman, ﴾ أَنِ ٱئۡتِ ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Datangilah kaum yang zhalim itu," yaitu orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi ini dan semena-mena terhadap para penghuninya, dan pembesar mereka mengklaim sebagai tuhan ﴾ قَوۡمَ فِرۡعَوۡنَۚ أَلَا يَتَّقُونَ ﴿ "(yaitu) kaum Fir'aun, 'Mengapa mereka tidak bertakwa?'" Maksudnya, katakan kepada mereka dengan perkataan yang lembut dan ungkapan yang lunak: Mengapa kalian tidak bertakwa kepada Allah yang telah mencipta-kan kalian dan memberi kalian rizki, kemudian kalian meninggal-kan kekafiran yang kalian anut.