پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Noor
سورهٔ ۲۴

An-Noor

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۳۹

وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَعْمَـٰلُهُمْ كَسَرَابٍۭ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ ٱلظَّمْـَٔانُ مَآءً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَهُۥ لَمْ يَجِدْهُ شَيْـًٔا وَوَجَدَ ٱللَّهَ عِندَهُۥ فَوَفَّىٰهُ حِسَابَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ ۳۹

Ini merupakan dua perumpamaan yang Allah permisalkan bagi amalan-amalan orang-orang kafir dalam aspek kebatilan dan kesirnaannya, ia menjelma menjadi benda yang tiada berujud serta penyesalan para pelakunya. Allah berfirman,

(39) ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ ﴿ "Dan orang-orang kafir," terhadap Rabb mereka dan mendustakan para RasulNya ﴾ أَعۡمَٰلُهُمۡ كَسَرَابِۭ بِقِيعَةٖ ﴿ "amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar," yaitu tanah datar yang tidak ada pepohonan dan tumbuhannya ﴾ يَحۡسَبُهُ ٱلظَّمۡـَٔانُ مَآءً ﴿ "yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga," yaitu orang yang sangat dahaga, yang menghalusinasikan sesuatu yang tidak dihalusinasikan oleh orang lain, disebabkan rasa dahaganya. Pa-dahal itu adalah halusinasi yang batil, lalu dia bermaksud untuk menghilangkan rasa dahaganya ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَهُۥ لَمۡ يَجِدۡهُ شَيۡـٔٗا ﴿ "hingga ketika dia mendatangi air itu, dia tidak mendapati sesuatu apa pun," maka dia benar-benar menyesal. Kehausannya semakin menjadi parah lan-taran harapannya terputus. Begitu pula amalan orang-orang kafir, ia ibarat fatamorgana, masih bisa dilihat lalu orang yang bodoh, (yang tidak mengerti perkara-perkara) menyangkanya merupakan amalan-amalan yang bermanfaat. Kemasan amalan-amalan itu menipu dirinya, fantasinya mempermainkannya, dia pun mengira hal itu adalah amalan-amalan yang bermanfaat bagi hawa nafsunya. Dia juga merasa butuh bahkan sangat memerlukannya, sebagai-mana kebutuhan orang yang dahaga terhadap air. Maka tatkala ia mendatangi amalannya pada Hari Pembalasan, dia merasa kehi-langan dan tidak menemukan sesuatu pun. Kondisi (sebenarnya) amalan-amalan itu tidak lenyap, tidak untuk kebaikannya atau mencelakainya. Bahkan ﴾ وَجَدَ ٱللَّهَ عِندَهُۥ فَوَفَّىٰهُ حِسَابَهُۥۗ ﴿ "dia mendapati (kete-tapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup," yang tidak tersembunyi (walau) seringan partikel dan setipis kulit ari, tiada yang hilang dari amalan itu, sedikit ataupun banyak. ﴾ وَٱللَّهُ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ ﴿ "Dan Allah adalah sangat cepat perhitunganNya," maka janganlah orang-orang bodoh itu me-minta tunda (waktu kedatangan) janji itu, karena ia pasti akan tiba. Allah mempermisalkan amalan-amalan orang-orang kafir layaknya fatamorgana, yang ada ﴾ بِقِيعَةٖ ﴿ "di tanah datar," yang tidak ada pepohonan dan tanaman. Ini permisalan hati-hati mereka, tiada kebaikan dan kebajikan dalam amal perbuatan mereka, lantaran adanya faktor penghalang, yaitu kekafiran.