پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Taa-Haa
سورهٔ ۲۰

Taa-Haa

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۱۳۳

وَقَالُوا۟ لَوْلَا يَأْتِينَا بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّهِۦٓ ۚ أَوَلَمْ تَأْتِهِم بَيِّنَةُ مَا فِى ٱلصُّحُفِ ٱلْأُولَىٰ ۱۳۳

(133) Maksudnya, orang-orang yang mendustakan Rasu-lullah mengatakan, "Mengapa dia tidak membawa bukti kepada Kami dari Rabbnya?" Yang mereka maksudkan adalah tanda-tanda kebesaran yang sesuai dengan keinginan mereka. Semisal ucapan mereka, ﴾ وَقَالُواْ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفۡجُرَ لَنَا مِنَ ٱلۡأَرۡضِ يَنۢبُوعًا 90 أَوۡ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٞ مِّن نَّخِيلٖ وَعِنَبٖ فَتُفَجِّرَ ٱلۡأَنۡهَٰرَ خِلَٰلَهَا تَفۡجِيرًا 91 أَوۡ تُسۡقِطَ ٱلسَّمَآءَ كَمَا زَعَمۡتَ عَلَيۡنَا كِسَفًا أَوۡ تَأۡتِيَ بِٱللَّهِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ قَبِيلًا 92 ﴿ "Dan mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami. Atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya. Atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan, atau kamu da-tangkan Allah dan malaikat berhadapan muka dengan kami'." (Al-Isra`: 90-92). Ini (cerminan) sikap kepala batu dan penentangan serta kezhaliman dari mereka. Mereka dan Rasulullah itu (sama) dari kalangan manusia, hamba Allah. Tidak sepantasnya mereka me-lontarkan usulan menurut hawa nafsu mereka. Karena Dzat yang menurunkan dan memilih sekehendaknya sesuai dengan tuntutan hikmah hanyalah Allah semata. Lantaran ucapan mereka i n i ﴾ لَوۡلَا يَأۡتِينَا بِـَٔايَةٖ مِّن رَّبِّهِۦٓۚ ﴿ "Mengapa dia tidak membawa bukti kepada Kami dari Rabbnya?" memiliki konsekuensi makna bahwa Rasulullah belum membawakan kepada mereka tanda kebesaran Allah yang menun-jukkan kejujuran beliau atau bukti nyata yang menandakan kepada kebenaran beliau, maka ungkapan ini hanya dusta dan mengada-ada saja. Sesungguhnya beliau sudah memperlihatkan mukjizat yang fantastis dan tanda-tanda kebesaran Allah yang melumpuh-kan, yang sebagiannya saja sudah cukup mewakili substansinya. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ أَوَلَمۡ تَأۡتِهِم ﴿ "Dan apakah belum datang kepada mereka," jika mereka mau jujur dalam perkataan mereka, bahwa mereka menginginkan kebenaran disertai dalilnya ﴾ بَيِّنَةُ مَا فِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 133 ﴿ "bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?" Yaitu al-Qur`an yang agung, yang membenarkan berita-berita yang termuat pada lembaran-lembaran kitab terdahulu, berupa Taurat, Injil dan kitab-kitab Allah sebelum-nya, dan yang selaras dengannya, yang memberitahukan berita-berita yang disampaikan oleh kitab-kitab itu. (Bahkan) pembenaran al-Qur`an pun termaktub di dalamnya, memberi kabar gembira dengan kedatangan Rasulullah (Muhammad). Ini persis seperti Firman Allah, ﴾ أَوَلَمۡ يَكۡفِهِمۡ أَنَّآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحۡمَةٗ وَذِكۡرَىٰ لِقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ 51 ﴿ "Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah me-nurunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur`an) yang dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (al-Qur`an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman." (Al-Ankabut: 51). Ayat-ayat ini hanya bermanfaat bagi kaum Mukminin. Dengan itu, iman dan keyakinan mereka terdongkrak naik. Sementara itu, kaum yang berpaling darinya lagi menggerakkan perlawanan ke-padanya, maka mereka tidak mengimaninya dan tidak bisa meraup faidah dengannya, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ حَقَّتۡ عَلَيۡهِمۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ لَا يُؤۡمِنُونَ 96 وَلَوۡ جَآءَتۡهُمۡ كُلُّ ءَايَةٍ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ 97 ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Rabbmu, tidaklah akan beriman. Meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih." (Yunus: 96-97).