پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Kahf
سورهٔ ۱۸

Al-Kahf

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۱۰۹

قُل لَّوْ كَانَ ٱلْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَـٰتِ رَبِّى لَنَفِدَ ٱلْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَـٰتُ رَبِّى وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِۦ مَدَدًا ۱۰۹

(109) Maksudnya, katakanlah kepada mereka untuk mem-beritahukan tentang keagungan al-Bari (Dzat Pencipta) dan luasnya cakupan sifat-sifatNya, bahwasanya para hamba tidak dapat meli-putinya sedikit pun ﴾ لَّوۡ كَانَ ٱلۡبَحۡرُ ﴿ "Kalau sekiranya lautan ," yaitu lautan-lautan yang ada di alam ini ﴾ مِدَادٗا لِّكَلِمَٰتِ رَبِّي ﴿ "menjadi tinta untuk (me-nulis) kalimat-kalimat Rabbku," maksudnya pohon-pohon dunia sejak pertama (tumbuh) sampai tanaman terakhir (yang hidup), dari pohon-pohon di negeri-negeri, padang-padang dan lautan menjadi pena-pena ﴾ لَنَفِدَ ٱلۡبَحۡرُ ﴿ "sungguh habislah lautan itu," maksudnya pena-pena itu akan patah ﴾ قَبۡلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَٰتُ رَبِّي ﴿ "sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Rabbku." Ini perkara yang agung, tidak dapat dikuasai oleh seorang pun. Dalam ayat yang lain, ﴾ وَلَوۡ أَنَّمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ مِن شَجَرَةٍ أَقۡلَٰمٞ وَٱلۡبَحۡرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعۡدِهِۦ سَبۡعَةُ أَبۡحُرٖ مَّا نَفِدَتۡ كَلِمَٰتُ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ 27 ﴿ "Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (men-jadi tinta) ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (keringnya), niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguh-nya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (Luqman: 27). Keterangan ini termasuk cara untuk mendekatkan hakikat makna ini ke hadapan alam pikiran. Sebab benda-benda tersebut adalah makhluk ciptaan, sedangkan semua makhluk akan berakhir dan musnah. Adapun Kalamullah, maka ia termasuk kategori sifat-sifatNya. Sedangkan sifat-sifatNya bukan makhluk, tidak ada batas-an dan penghabisan. Segala keluasan dan keagungan yang dideskrip-sikan oleh hati, maka Allah lebih tinggi daripada itu. Beginilah sifat-sifat Allah تعالى yang lain, seperti ilmu, hikmah, kekuasaan, dan rahmatNya. Jika seluruh ilmu makhluk dikumpulkan dari ge-nerasi awal dan akhir, dari penghuni langit dan bumi niscaya (dibandingkan dengan ilmu Allah Dzat Yang Mahaagung perban-dingannya) adalah lebih kecil daripada (perbandingan antara) burung pipit yang masuk ke dalam laut kemudian ia mengambil (sesuatu) dengan paruhnya dari laut itu ditinjau pada kebesaran laut tersebut. Ini menunjukkan bahwa Allah mempunyai sifat-sifat yang agung luas dan sempurna, dan kepadaNya-lah segala peng-habisan.