An-Nahl
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
وَٱلْخَيْلَ وَٱلْبِغَالَ وَٱلْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ ۸
(8) ﴾ وَٱلۡخَيۡلَ وَٱلۡبِغَالَ وَٱلۡحَمِيرَ ﴿ "Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai," Kami menundukkannya bagi kalian ﴾ لِتَرۡكَبُوهَا وَزِينَةٗۚ ﴿ "agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan," maksudnya suatu waktu, kalian menggunakannya untuk keperluan tunggangan, kadang-kadang memfungsikannya untuk keindahan dan perhiasan. Manfaat konsumsi tidak disebutkan (oleh Allah) karena bagal (per-anakan kuda dan keledai) dan keledai haram dikonsumsi. Sedang-kan kuda, pada umumnya tidak dimanfaatkan untuk di konsumsi. Bahkan muncul larangan penyembelihannya untuk tujuan konsumsi, karena dikhawatirkan akan menyebabkan kelangkaannya. Dan bila bukan karena (alasan ini), maka sebetulnya terdapat riwayat dalam ash-Shahihain, bahwasanya Nabi mengizinkan (mengonsumsi) daging-daging kuda (sebagai dispensasi).[15] ﴾ وَيَخۡلُقُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Dan Dia menciptakan apa yang kamu tidak ke-tahui," yang muncul setelah al-Qur`an turun, berupa jenis-jenis alat transportasi yang dikendarai manusia di daratan, lautan, dan udara, dan mereka mempergunakannya untuk kepentingan-kepentingan dan kemaslahatan mereka. Sesungguhnya, jenis-jenis alat transportasi itu belum disebutkan oleh Allah satu-persatu. Sebab, Allah hanya mengungkapkan dalam KitabNya hal-hal yang diketahui oleh para hambaNya atau mereka mengerti obyek yang serupa dengannya. Tentang obyek yang tidak ada padanannya, maka bila disampaikan, niscaya mereka tidak mengenalnya dan tidak memahami maksud yang terkandung di dalamnya. Maka, Allah menyebutkan satu kaidah dasar yang menyeluruh, sehingga tercakup di dalamnya segala yang mereka ketahui dan yang tidak mereka ketahui. Seba-gaimana Allah menyebutkan kenikmatan di surga. Dia menyebutkan –dari surga– hal-hal yang kita ketahui dan dapat menyaksikan obyek yang serupa dengannya, seperti pohon kurma, anggur dan delima. Dan Dia menyebutkan secara global obyek-obyek yang kita tidak mengenal padanannya. Hal ini tertuang pada Firman Allah, ﴾ فِيهِمَا مِن كُلِّ فَٰكِهَةٖ زَوۡجَانِ 52 ﴿ "Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasang-pasangan." (Ar-Rahman: 52). Begitu pula di sini, Allah memerinci aneka tunggangan yang kita mengenalnya, seperti kuda, bagal, keledai dan unta serta kapal laut. Dan Dia menyebutkan (alat transportasi lain) secara global dalam FirmanNya, ﴾ وَيَخۡلُقُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Dan Dia menciptakan sesuatu yang kamu tidak ketahui."