پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Hijr
سورهٔ ۱۵

Al-Hijr

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۷۷

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةً لِّلْمُؤْمِنِينَ ۷۷

(77) ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman." Dalam kisah ini terkandung berbagai macam pela-jaran penting, (di antaranya): Perhatian Allah تعالى kepada kekasih-Nya, Ibrahim, karena Nabi Luth عليه السلام termasuk pengikut beliau, dan orang yang beriman kepada beliau. Seolah-olah menjadi muridnya. Maka, ketika Allah berkehendak untuk menghancurkan kaum Nabi Luth, saat mereka berhak mendapatkan balasan itu, maka Allah memerintahkan para utusanNya (malaikat) untuk mampir ke Nabi Ibrahim عليه السلام guna menyampaikan kabar gembira (mengenai kela-hiran) seorang anak dan memberitahukan kepada beliau misi peng-utusan mereka, hingga akhirnya beliau mempersoalkan kepada mereka tentang pemusnahan kaum Luth. Sampai akhirnya, para malaikat berhasil menyampaikan jawaban yang memuaskan kepada beliau, dan jiwa beliau pun lega. Begitu pula Luth 'عليه السلام. Saat mereka itu (kaum yang akan ditimpa siksa) adalah penduduk negerinya, mungkin saja rasa iba dan kasihan kepada mereka mengendalikan perasaannya. Maka, Allah menakdirkan sebab kausalitas yang mem-buatnya semakin marah dan geram (terhadap kaumnya), sampai beliau pun menganggap waktu kedatangan pemusnahan mereka terlalu lama, ketika disampaikan kepada beliau bahwa, ﴾ إِنَّ مَوۡعِدَهُمُ ٱلصُّبۡحُۚ أَلَيۡسَ ٱلصُّبۡحُ بِقَرِيبٖ 81 ﴿ "Sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah waktu Shubuh. Bukankah waktu Shubuh itu sudah dekat?" (Hud: 81). Pelajaran yang lain, bahwasanya Allah تعالى jika berkehendak untuk membinasakan suatu daerah, maka keburukan dan sifat me-lampaui batas mereka semakin menggila. Jika sudah sampai ambang batas, maka Allah menjatuhkan hukuman-hukuman yang pantas mereka terima.