Ar-Ra'd
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۗ قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِىٓ إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ ۲۷
(27) Allah تعالى memberitahukan bahwa orang-orang yang men-dustakan ayat-ayat Allah, mereka bersikap keras kepala kepada Ra-sulullah dan melontarkan usulan dengan berkata, ﴾ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَةٞ مِّن رَّبِّهِۦۚ ﴿ "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Rabbnya?" Klaim mereka bahwa, bila datang sebuah ayat (bukti kekuasaan Allah), niscaya mereka akan beriman. Maka Allah men-jawab pernyataan mereka dengan berfirman, ﴾ قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِيٓ إِلَيۡهِ مَنۡ أَنَابَ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepadaNya'," yaitu orang yang mencari keridhaanNya. Hidayah dan kesesatan bukan berada di tangan mereka hingga mereka bisa menjadikan (keputus-an keimanan mereka) itu tergantung dengan kemunculan tanda (mukjizat) Allah. Kendatipun demikian, mereka sebenarnya berdusta, ﴾ وَلَوۡ أَنَّنَا نَزَّلۡنَآ إِلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَحَشَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ كُلَّ شَيۡءٖ قُبُلٗا مَّا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُوٓاْ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ يَجۡهَلُونَ 111 ﴿ "Kalau sekiranya, Kami menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka, dan Kami kumpul-kan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al An'am: 111). Rasulullah ﷺ tidak terikat suatu kelaziman untuk mendatang-kan ayat (bukti kebesaran Allah) yang sudah mereka tentukan dan usulkan. Tetapi, bila beliau mendatangi mereka dengan (hanya) membawa sebuah ayat pun yang menjelaskan kebenaran yang beliau emban, itu sudah cukup dan telah merealisasikan tujuan. Demikian ini lebih bermanfaat bagi mereka daripada mereka menuntut di-hadirkannya ayat-ayat yang mereka inginkan. Seandainya ayat-ayat itu datang menghampiri mereka sesuai dengan apa yang mereka usulkan, maka pasti mereka tetap saja tidak beriman, lalu Allah akan menimpakan siksa pada mereka dengan segera.