Yunus
این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همانگونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر میکند و از صفحههای آن سایت گرفته شده است. سایت نمیگوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی میکند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمیکند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیههایی آمده که دربارهٔ آنها توضیح میدهد و این آیهها متن قرآن از Tanzil است، همانگونه که آنجا هست؛ آیهای که سایت توضیح جداگانهای برایش نمیدهد با بخش پیش از خود میآید، و فهرست هر چنین آیهای را نام میبرد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.
متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشتهشده در 2026-10-22
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَاتُنَا بَيِّنَـٰتٍ ۙ قَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا ٱئْتِ بِقُرْءَانٍ غَيْرِ هَـٰذَآ أَوْ بَدِّلْهُ ۚ قُلْ مَا يَكُونُ لِىٓ أَنْ أُبَدِّلَهُۥ مِن تِلْقَآئِ نَفْسِىٓ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّى عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ ۱۵
(15) Allah menyebutkan penentangan orang-orang yang mendustakan RasulNya, Muhammad bahwa jika ayat-ayat Allah yang ada di dalam al-Qur`an yang menjelaskan kebenaran dibacakan kepada mereka, maka mereka berpaling darinya, mereka menun-jukkan penentangan, dengan keberanian dan kezhaliman mereka berkata, ﴾ ٱئۡتِ بِقُرۡءَانٍ غَيۡرِ هَٰذَآ أَوۡ بَدِّلۡهُۚ ﴿ "Datangkanlah al-Qur`an yang lain dari ini atau gantilah ia." Semoga Allah menimpakan keburukan kepada mereka, betapa beraninya mereka kepada Allah, betapa besarnya kezhaliman dan penolakan mereka terhadap ayat-ayatNya. Maka Allah memerintahkan Rasulullah yang agung agar menjawab me-reka, ﴾ قُلۡ مَا يَكُونُ لِيٓ ﴿ "Katakanlah (wahai Muhammad), 'Tidaklah patut bagiku", yakni tidak pantas dan tidak layak ﴾ أَنۡ أُبَدِّلَهُۥ مِن تِلۡقَآيِٕ نَفۡسِيٓۖ ﴿ "meng-gantinya dari pihak diriku sendiri." Aku hanya seorang Rasul murni, aku tidak memiliki sesuatu hak pun dari perkara ini,﴾ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّۖ ﴿ "aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku." Aku tidak memiliki (hak) selain itu karena aku hanyalah seorang hamba yang tunduk. ﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Rabbku kepada siksa hari yang besar (Kiamat)." Ini ada-lah ucapan dan adab makhluk terbaik kepada wahyu dan perintah Rabbnya. Lalu bagaimana dengan orang-orang bodoh yang sesat yang mengumpulkan antara kebodohan, kesesatan, kezhaliman, penentangan, pengingkaran dan pelemahan terhadap Rabbul 'alamin. Apakah mereka tidak takut azab hari yang besar? Jika mereka meng-klaim bahwa maksud mereka adalah agar tersibak kebenaran dengan ayat-ayat yang mereka tuntut maka mereka telah berdusta dalam hal ini, karena Allah telah menjelaskan ayat-ayat yang semestinya membuat orang beriman, Dia-lah yang mengaturnya bagaimana Dia berkehendak yang mengikuti kepada hikmah Rabbaniyah dan rahmatNya kepada hamba-hambaNya.