انتقل إلى المحتوى
Tafsir As-Saadi - Indonesian · الشورى
السورة ٤٢

الشورى

هذه ترجمة لتفسير السعدي كما ينشرها IslamHouse.com في saadi.islamenc.com، مقروءةً من صفحات ذلك الموقع. لا يذكر الموقع من ترجمها ولا أي طبعة مطبوعة تتبعها، ولا يذكر شروطًا لأخذ نصّها، ولذلك لم يُتحقق من حق عرضها. لم يقارنها أحد بكتاب مطبوع، ولم يراجعها أحد من العلماء. يقف كل مقطع بجانب الآيات التي يعلّق عليها، وهي نص القرآن من Tanzil كما هو عنده؛ والآية التي لا يعطيها الموقع شرحًا خاصًّا بها تقف مع المقطع الذي قبلها، ويسمّي الفهرس كل آية من هذا النوع. لم يكتب سبيل شيئًا منها ولم يترجمه.

النص منsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)أُخذ في 2026-10-22

الآية ٢٠

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلْـَٔاخِرَةِ نَزِدْ لَهُۥ فِى حَرْثِهِۦ ۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ ٢٠

(20 ) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ مَن كَانَ يُرِيدُ حَرۡثَ ٱلۡأٓخِرَةِ ﴿ "Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat" maksudnya, pahala dan ganjarannya, ia beriman dan membenarkannya dan berupaya keras untuknya, ﴾ نَزِدۡ لَهُۥ فِي حَرۡثِهِۦۖ ﴿ "akan Kami tambah keun-tungan itu baginya," dengan Kami lipatgandakan amal dan balasan-nya menjadi berlipat-lipat, sebagaimana Dia Firmankan, ﴾ وَمَنۡ أَرَادَ ٱلۡأٓخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعۡيَهَا وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ كَانَ سَعۡيُهُم مَّشۡكُورٗا 19 ﴿ "Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan ber-usaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah Mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik." (Al-Isra`: 19). Di sisi lain, bagiannya dari dunia pasti dia peroleh.﴾ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرۡثَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia," di mana dunia adalah yang diinginkannya dan puncak harapannya sehingga ia tidak berbuat untuk akhiratnya dan tidak pula meng-harapkan pahalanya serta tidak takut kepada siksanya, ﴾ نُؤۡتِهِۦ مِنۡهَا ﴿ "Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia," bagiannya yang telah ditentukan untuknya, ﴾ وَمَا لَهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ ﴿ "dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat." Sesungguhnya ia telah di-haramkan mendapatkan surga dan kenikmatannya dan ia berhak mendapat neraka dan apinya yang bernyala-nyala. Ayat ini mirip dengan FirmanNya, ﴾ مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيۡهِمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فِيهَا وَهُمۡ فِيهَا لَا يُبۡخَسُونَ 15 أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيۡسَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا وَبَٰطِلٞ مَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ 16 ﴿ "Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyap-lah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan." (Hud: 15-16).