سیدھے مواد پر جائیں
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-An'aam
سورت 6

Al-An'aam

یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔

متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا

آیت 122

أَوَمَن كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَـٰهُ وَجَعَلْنَا لَهُۥ نُورًا يَمْشِى بِهِۦ فِى ٱلنَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُۥ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَـٰفِرِينَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ 122

(122) Allah berfirman, ﴾ أَوَمَن كَانَ ﴿ "Dan apakah orang" yang belum diberi hidayah oleh Allah ﴾ مَيۡتٗا ﴿ "yang sudah mati," dalam kegelapan, kekufuran, kebodohan, dan kemaksiatan, ﴾ فَأَحۡيَيۡنَٰهُ ﴿ "ke-mudian Kami hidupkan" dengan cahaya ilmu, iman, dan ketaatan, lalu dia berjalan dengan cahaya di antara manusia, mengetahui perkara-perkaranya, mengetahui jalannya, mengenal dan meng-utamakan kebaikan, bersungguh-sungguh menerapkannya pada dirinya dan orang lain, mengetahui keburukan, membencinya, ber-sungguh-sungguh meninggalkannya dan menghilangkannya dari diri dan orang lain, apakah orang ini sama dengan orang yang ada di dalam kegelapan, baik kegelapan kebodohan, kesesatan, keku-furan, dan kemaksiatan? ﴾ لَيۡسَ بِخَارِجٖ مِّنۡهَاۚ ﴿ "Yang sekali-kali tidak dapat keluar darinya." Jalan-jalan menjadi rancu, dan rambu-rambu menjadi gelap, maka kese-dihan, kegalauan, kesedihan, dan kesengsaraan menghadirinya. Maka Allah mengingatkan akal dengan apa yang ia kenal dan ia ketahui bahwa ini tidaklah sama dengan itu sebagaimana malam tidaklah sama dengan siang, keterang-benderangan tidaklah sama dengan kegelapan, orang hidup tidaklah sama dengan orang mati, seolah-olah dikatakan, "Bagaimana mungkin orang yang mempu-nyai sedikit akal rela dalam keadaan seperti ini, dalam kegelapan-kegelapan kebingungan?" Maka Dia menjawab b a h w a ﴾ زُيِّنَ لِلۡكَٰفِرِينَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir itu apa yang telah mereka kerjakan." Setan terus menjadikan amal mereka tampak bagus dan menghiasinya di dalam hati mereka sehingga mereka memandangnya baik dan melihatnya benar, maka ia pun menjadi akidah di dalam hati mereka dan sifat yang terpatri yang selalu mengiringi mereka, oleh karena itu, mereka rela dengan keburukan dan kejahatan yang mereka alami.