Al-Waaqia
یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔
متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا
أَفَرَءَيْتُمُ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى تُورُونَ 71 ءَأَنتُمْ أَنشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ أَمْ نَحْنُ ٱلْمُنشِـُٔونَ 72 نَحْنُ جَعَلْنَـٰهَا تَذْكِرَةً وَمَتَـٰعًا لِّلْمُقْوِينَ 73
(71-73) Ini adalah nikmat yang masuk kepada kategori kebutuhan pokok yang pasti dibutuhkan oleh makhluk, karena sesungguhnya manusia membutuhkan kenikmatan tersebut dalam banyak perkara dan kebutuhan mereka. Allah سبحانه وتعالى menyatakan ke-pada mereka (agar mereka mengakui), akan api yang Dia ciptakan pada pepohonan, dan bahwa makhluk tidaklah dapat menciptakan-nya, akan tetapi hanya Allah-lah Yang menciptakan (api itu) dari pepohonan yang hijau, kemudian ia menjadi api yang dinyalakan sesuai dengan kebutuhan para hamba, lalu apabila mereka telah selesai dari kebutuhan mereka, maka mereka memadamkan dan mematikannya. ﴾ نَحۡنُ جَعَلۡنَٰهَا تَذۡكِرَةٗ ﴿ "Kami menjadikan api itu untuk peri-ngatan" bagi para hamba terhadap nikmat Rabb mereka, dan seba-gai peringatan (bagi mereka) akan Neraka Jahanam yang telah Allah persiapkan untuk orang-orang yang bermaksiat kepadaNya, serta menjadikannya sebagai cemeti untuk menuntun hamba-ham-baNya kepada surga yang penuh dengan kenikmatan, ﴾ وَمَتَٰعٗا لِّلۡمُقۡوِينَ ﴿ "dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir." Maksud dari kata al-Muqwin adalah orang-orang yang mengambil manfaat atau para musafir. Allah سبحانه وتعالى mengkhususkan para musafir adalah karena manfaat api itu bagi musafir lebih besar daripada bagi selainnya, atau bisa jadi sebabnya adalah karena dunia ini, semuanya adalah tempat melakukan safar, dan seorang hamba dari sejak dilahirkan adalah seorang musafir (orang yang melakukan perjalanan) menuju Rabbnya. Api ini telah dijadikan oleh Allah I sebagai bahan yang berguna bagi musafir di dunia ini, dan sebagai peringatan bagi mereka akan negeri yang kekal (akhirat).