سیدھے مواد پر جائیں
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Ash-Shura
سورت 42

Ash-Shura

یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔

متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا

آیات 33–34

إِن يَشَأْ يُسْكِنِ ٱلرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ 33 أَوْ يُوبِقْهُنَّ بِمَا كَسَبُوا۟ وَيَعْفُ عَن كَثِيرٍ 34

(33-34) Kemudian Allah menyinggung sebab-sebab (fasi-litas-fasilitas) tersebut dengan FirmanNya, ﴾ إِن يَشَأۡ يُسۡكِنِ ٱلرِّيحَ ﴿ "Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin," yang dijadikan oleh Allah sebagai sebab yang membuatnya bisa berjalan, ﴾ فَيَظۡلَلۡنَ ﴿ "maka jadilah," yakni, kapal-kapal itu ﴾ رَوَاكِدَ ﴿ "terhenti" di permukaan lautan, tidak bisa maju dan tidak bisa mundur. Ini tidak menjadi batal karena adanya kapal-kapal motor, sebab di antara syaratnya untuk bisa berangkat adalah adanya angin. Dan jika Allah سبحانه وتعالى meng-hendaki, niscaya Dia membinasakan kapal-kapal tersebut karena perbuatan para penumpangnya. Maksudnya, Allah menenggelam-kannya di dalam lautan dan menghancurkannya. Namun Allah masih berlaku lembut dan memaafkan kebanyakan (perbuatan mereka. Pent). ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّكُلِّ صَبَّارٖ شَكُورٍ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tandaNya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur," maksudnya, sangat penyabar terhadap hal-hal yang tidak disuka oleh jiwanya dan menyusahkannya sehingga ia tidak menyukainya, seperti kesusahan dalam menjalankan ketaatan atau dalam menolak bujukan untuk berbuat maksiat, atau untuk menghentikan jiwanya bersikap murka di saat ditimpa musibah. Dan suka berterima kasih di waktu senang dan di saat menerima berbagai nikmat, dia mengakui karunia Tuhannya, ia tunduk patuh kepadaNya dan menggunakannya dalam rangka mencari keridha-anNya. Itulah orang yang akan dapat banyak mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah. Adapun orang yang tidak mempunyai kesa-baran dan tidak mempunyai rasa syukur terhadap nikmat-nikmat Allah, maka ia pasti berpaling atau bersikap keras kepala, tidak mau mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah.