سیدھے مواد پر جائیں
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Kahf
سورت 18

Al-Kahf

یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔

متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا

آیت 27

وَٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن كِتَابِ رَبِّكَ ۖ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَـٰتِهِۦ وَلَن تَجِدَ مِن دُونِهِۦ مُلْتَحَدًا 27

(27) Kata اَلتِّلَاوَةُartinya: Mengikuti. Maksudnya, ikutilah apa yang Allah wahyukan kepadamu dengan mengetahui dan memahami maknanya, membenarkan berita-beritaNya, serta menaati perintah dan laranganNya. Sesungguhnya al-Qur`an adalah kitab yang agung, tidak ada seorang pun yang sanggup merubah kalimat-kalimatNya. Maksudnya, tidak bisa dirubah dan diganti karena aspek kebenaran dan keadilannya serta sisi keelokannya yang meng-ungguli setiap keindahan. ﴾ وَتَمَّتۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدۡقٗا وَعَدۡلٗاۚ ﴿ "Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur`an) sebagai kalimat yang benar lagi adil." (Al-An'am: 115). Kesempurnaannya mustahil bisa dirubah atau diganti. Seandai-nya kalimat-kalimat tersebut memiliki cacat, niscaya akan terjadi padanya perubahan (secara keseluruhan) atau sebagian darinya. Hal ini merupakan pengagungan terhadap al-Qur`an, yang memuat dorongan agar menerimanya. ﴾ وَلَن تَجِدَ مِن دُونِهِۦ مُلۡتَحَدٗا ﴿ "Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dariNya." Maksudnya kamu tidak akan mendapatkan tempat kembali dan tidak pula tempat meminta pertolongan selain kepada Allah. Apabila telah jelas bahwa hanya Allah semata tempat kembali dalam segala uru-san, maka jelaslah bahwa Dia-lah yang berhak untuk disembah dan dicintai, baik dalam kondisi lapang maupun sempit, yang selalu dibutuhkan dalam segala keadaan dan yang diminta dalam segala tuntutan.