سیدھے مواد پر جائیں
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Israa
سورت 17

Al-Israa

یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔

متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا

آیت 43

سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوًّا كَبِيرًا 43

(43) ﴾ سُبۡحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ ﴿ "Mahasuci dan Mahatinggi Dia," maksudnya Allah Mahasuci, murni dan tinggi sifat-sifatNya ﴾ عَمَّا يَقُولُونَ ﴿ "dari apa yang mereka katakan," berupa kesyirikan dan pendaulatan tandingan-tandingan bagi Allah ﴾ عُلُوّٗا كَبِيرٗا ﴿ "dengan ketinggian yang sebesar-besar-nya." Sungguh tinggi dan agung kedudukanNya, besar kesombo-nganNya, yang tidak bisa diperbandingkan kebersamaan wujud sesembahan denganNya. Sungguh telah tersesat orang yang menga-takan itu dengan kesesatan yang nyata, dan telah berbuat kezhalim-an dengan kezhaliman yang besar. Sungguh makhluk-makhluk Allah yang besar itu merunduk di hadapan keagungan Allah. Langit yang tujuh beserta penghuni-nya dan bumi yang tujuh beserta penghuninya terlampau kecil di hadapan kesombongan Allah. Seluruh bumi ini kelak pada Hari Kiamat akan berada dalam genggamanNya dan langit-langit digu-lung dengan Tangan kananNya. Semua alam (ciptaan selain Allah) yang berada di atas dan di bawah sangat membutuhkanNya di se-tiap waktu, (dalam rupa kekurangan) pada dzat mereka yang tidak mungkin terlepas (dari rasa butuh) meski hanya sekejap. Aspek kebutuhan (kepada Allah) ini adalah dari segala sisinya. Kebutuhan dari sudut penciptaan, rizki, dan pengaturan. Kebutuhan (kepada Allah) dari sisi keharusan memposisikan Allah sebagai sesembah-an dan Dzat yang dicintai yang mana kepadaNya mereka mendekat-kan diri dan tempat untuk mengeluh dalam setiap keadaan.