Al-Mutaffifin
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ 10 ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ 11 وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ 12 إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَـٰتُنَا قَالَ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ 13
(10-13) ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelas-kan siapakah mereka dengan FirmanNya, ﴾ ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "(yaitu) orang-orang yang mendustakan Hari Pembalasan," yakni Hari Pem-balasan amal dan perbuatan. Di hari itu Allah سبحانه وتعالى akan membalas amal perbuatan mereka. ﴾ وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعۡتَدٍ ﴿ "Dan tidak ada yang men-dustakan Hari Pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas" atas larangan-larangan Allah سبحانه وتعالى, melampaui batas dari halal hingga haram, ﴾ أَثِيمٍ ﴿ "lagi berdosa," yakni banyak dosanya. Sikap permusuhan inilah yang mendorongnya untuk mendustakan, dan kesombongannya membuatnya menolak kebenaran. Karena itu ﴾ إِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِ ءَايَٰتُنَا ﴿ "apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami," yang me-nunjukkan pada kebenaran dan atas kebenaran risalah yang dibawa oleh para rasul, ia mendustakan dan menentangnya seraya berkata, ﴾ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu," yakni hanya berasal dari cerita orang-orang terdahulu dan berita umat-umat yang sudah berlalu, bukan berasal dari Allah سبحانه وتعالى; semua itu karena didorong rasa sombong dan menentang.