İçeriğe geç
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-A'raaf
Sure 7

Al-A'raaf

Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.

Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı

Ayet 49

أَهَـٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ 49

(49) Kemudian mereka menunjuk kepada orang-orang dari penduduk surga yang dahulu di dunia adalah orang-orang miskin papa yang dilecehkan oleh penghuni neraka. Mereka berkata kepada penghuni neraka ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ ﴿ "Itukah orang-orang", yang dimasukkan Allah ke surga, ﴾ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍۚ ﴿ "Yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat Rahmat Allah?" sebagai pelecehan dan penghinaan kepada mereka serta kesombongan dari kalian. Kamu telah melanggar sumpahmu dan ternyata Allah memperla-kukan mereka tidak seperti yang kamu kira. ﴾ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ ﴿ "(Kepada orang Mukmin itu dikatakan), 'Masuklah ke dalam surga", karena amal yang dulu kamu kerjakan. Yakni dikatakan kepada orang-orang lemah itu sebagai penghormatan dan penghargaan kepada mereka, "masuklah surga dengan amal shalihmu." ﴾ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tidak ada kekhawatiran terhadapmu", terhadap hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan. ﴾ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ ﴿ "Dan tidak (pula) kamu bersedih hati", atas perkara yang telah berlalu. Justru kalian akan merasa aman, tenang dan berbahagia dengan segala kebaikan. Ini seperti Firman Allah تعالى, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ كَانُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يَضۡحَكُونَ 29 وَإِذَا مَرُّواْ بِهِمۡ يَتَغَامَزُونَ 30 ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang da-hulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apa-bila orang-orang yang beriman berlalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya." (Al-Muthaffifin: 29-30). Sampai kepada FirmanNya, ﴾ فَٱلۡيَوۡمَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنَ ٱلۡكُفَّارِ يَضۡحَكُونَ 34 عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ 35 ﴿ "Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang." (Al-Muthaffifin: 34-35). Para ulama dan ahli tafsir berbeda pendapat tentang siapa Ashhabul A'raf itu dan apa amal mereka. Yang benar dari pendapat-pendapat itu adalah bahwa mereka adalah orang-orang yang ber-imbang kebaikan dan keburukannya. Keburukan mereka tidak lebih berat sehingga mereka masuk neraka, dan kebaikan mereka juga ti-dak lebih berat sehingga mereka masuk surga, maka mereka berada di al-A'raf sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah dengan RahmatNya memasukkan mereka ke surga, karena RahmatNya mendahului dan mengungguli murkaNya dan RahmatNya meli-puti segala sesuatu.