Al-Mulk
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
قُلْ هُوَ ٱلرَّحْمَـٰنُ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ 29
(29) Di antara perkataan mereka menyatakan, bahwa me-reka berada di atas petunjuk sedangkan Rasulullah a berada di atas kesesatan. Mereka mengulang-ulang hal itu dan senantiasa seperti itu. Mereka pun berdebat dan berperang karena hal itu. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan NabiNya untuk memberitahu-kan tentang kondisinya dan kondisi para pengikutnya, dengan pemberitahuan itu, masing-masing orang akan terlihat jelas petun-juknya, yaitu mereka mengatakan, ﴾ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيۡهِ تَوَكَّلۡنَاۖ ﴿ "Kami beriman kepadaNya dan kepadaNya-lah kami bertawakal." Iman mencakup pembenaran batin dan amalan lahir batin. Mengingat kualitas dan kesempurnaan amalan tergantung pada tawakal, maka Allah سبحانه وتعالى mengistimewakan tawakal di antara berbagai amalan. Jika pun tidak demikian, tawakal tetap termasuk dalam keimanan dan termasuk salah satu konsekuensinya. Ini sejalan dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ 23 ﴿ "Dan hanya kepada Allah-lah hendaknya kalian bertawakal jika kalian memang orang-orang yang beriman." (Al-Ma`idah: 23). Karena seperti inilah kondisi Rasulullah a dan orang-orang yang bersamanya, kondisi yang mengharuskan mereka mendapat-kan keberuntungan dan kebahagiaan. Sedangkan kondisi para musuh Rasulullah a adalah sebaliknya. Mereka tidak memiliki keimanan dan tawakal. Dengan demikian dapat diketahui siapa yang berada di atas petunjuk dan siapa yang berada di atas kese-satan yang nyata.