Al-An'aam
Bu, as-Saʿdī’nin tefsirinin, IslamHouse.com’un saadi.islamenc.com adresinde yayımladığı hâliyle bir çevirisidir; o sitenin sayfalarından okunmuştur. Site, kimin çevirdiğini ya da hangi basılı neşri izlediğini söylemez ve metnini almak için hiçbir şart belirtmez; bu yüzden bunu gösterme hakkı doğrulanmamıştır. Kimse bunu basılı bir kitapla karşılaştırmadı ve hiçbir âlim gözden geçirmedi. Her bölüm, yorumladığı âyetlerin yanında durur; bu âyetler Tanzil’in Kur’ân metnidir, orada olduğu gibi gösterilir; sitenin kendine ait bir yorum vermediği bir âyet kendisinden önceki bölümle birlikte durur ve dizin böyle her âyeti adıyla anar. Sabīl bunun hiçbirini yazmamış ve çevirmemiştir.
Metin kaynağı:saadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 tarihinde alındı
ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَـٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ فَٱعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ 102
(102) Dzat yang menciptakan apa yang diciptakan dan menentukan apa yang ditentukan, ﴾ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡۖ ﴿ "Dia-lah Allah, Tuhan-mu," maksudnya, Dzat yang dipertuhankan dan disembah, yang berhak mendapatkan ketundukan dan kecintaan sempurna. Tuhan yang mengurusi seluruh makhluk dengan melimpahkan nikmat-nikmatNya dan menolak seluruh kesulitan dari mereka. Dia adalah Pencipta segala sesuatu yang tidak ada tuhan yang berhak disem-bah kecuali Dia. ﴾ فَٱعۡبُدُوهُۚ ﴿ "Maka sembahlah Dia." Maksudnya, jika telah terbukti dengan meyakinkan bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, maka berikan kepadaNya seluruh bentuk ibadah, ikhlaskanlah ia untukNya, dan maksudkanlah untuk wajah-Nya, karena inilah maksud dari penciptaan manusia, ﴾ وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ 56 ﴿ "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (Adz-Dzariyat: 56). ﴾ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ وَكِيلٞ ﴿ "Dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu." Maksudnya, segala sesuatu berada di bawah pemeliharaan dan pengawasan Allah, baik dari segi penciptaan, penataan, dan peng-aturan. Sudah diketahui bahwa perkara yang diatur, kesempurnaan-nya, kelengkapan dan keserasiannya tergantung kepada keadaan pemeliharanya, dan pemeliharaan Allah terhadap segala sesuatu tidak seperti pemeliharaan makhluk, karena pemeliharaan makh-luk adalah pemeliharaan yang bersifat penggantian, dan pelaksana hanya menginduk kepada pemberi hak pemeliharaan tersebut. Lain halnya dengan Allah Yang Maha Pencipta, pemeliharaanNya ada-lah berasal dari DiriNya sendiri untuk DiriNya, yang mencakup kesempurnaan ilmu, kebaikan pengurusan dan adil. Maka tidak seorang pun yang mungkin bisa mengkritik Allah dan tidak mung-kin melihat ada kekurangan tidak juga kelemahan pada makhluk ciptaanNya dan tidak pula ketimpangan dan cacat pada pengatur-anNya. Di antara pemeliharaan Allah adalah bahwa Dia menjelas-kan agamaNya dan menjaganya dari perkara-perkara yang bisa menghapus dan merubahnya, dan bahwa Dia-lah yang menjaga orang-orang Mukmin dan memelihara mereka dari perkara-perkara yang merusak iman dan akidahnya.